Sunday, 24 January 2016

Jadi Cendekia Pengertian, Fungsi Dan Jenis Kurikulum Di Indonesia


Kurikulum ialah seperangkat rencana pembelajaran dan pengaturan mengenai tujuan ,isi dan materi pelajaran serta cara yang di gunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan aktivitas pendidikan yang di berikan oleh suatu forum pendidikan berupa rancangan penyusunan perangkat pembelajaran.

Satuan atau aktivitas PAUD ialah layanan PAUD yang dilaksanakan pada suatu forum pendidikan dalam bentuk Taman Kanak-kanak (TK)/Raudatul Athfal (RA)/Bustanul Athfal (BA), Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS).

Fungsi kurikulum


  • Alat untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
  • Merupakan aktivitas yang harus di laksanakan oleh guru dan murid dalam proses mencar ilmu mengajar, guna mencapai tujuan tujuan itu.
  • Merupakan pedoman guru dan siswa biar terealisasi proses mencar ilmu mengajar dengan baik.

Fungsi kurikulum bagi guru/kepala sekolah/pengawas


  • Untuk pengembangan
  • Tolok ukur /barometer
  • Pengkontrolan
  • Penilaian
  • Pedoman
  • Patokan

Jenis kurikulum di indonesia


Kurikulum 1968


Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari kurikulum 1964 dari pancawardana menjadi training jiwa pancasila.

Kelebihannya ialah pendidikan di arahkan kpada kecerdasan dan ketrampilan serta membuatkan fisik yang sehat dan kuat.Kelemahan hanya memuat pelajaran yang pokok saja.

Kurikulum 1975


Dalam kurikulum ini setiap bidang study dicantumkan tujuan kurikulum dan setiap pokok bahasan diberikan tujuan intruksional umum di jabarkan ke intruktional khusus.

Kelebihannya; menekankan pada pendidikan yang lebih efektif dan efisien dalam hal daya dan waktu yang akan di capai dari setiap kegiatan.Kelemahannya; guru di buat sibuk menulis rincian apa yang akan di capai dari setiap kegiatan pembelajaran.

Kurikulum 1984


Proses belajarnya memakai pendekatan mencar ilmu mengajarnya menunjukkan tekanan kepada pembentukan keterampilan yang dilakukan secara efektif dan efesien.

Kelebihannya ;
pendekatan pembelajaran yang menunjukkan kesempatan kpada siswa unt aktif terlihat secara fisik, mental, intelektual dan emosional dengan impian siswa memperoleh pengalaman mencar ilmu secara maksimal ,baik dalam ranah kognitif ,afektif maupun psikomotorik.

Kekurangannya ;

  • Posisi siswa ditempatkan sebagai subyek belajar
  • Banyak sekolah kurang bisa menafsirkan cbsa
  • Suasana gaduh di ruangan kelas karena siswa berdiskusi , disana sini ada tempelan gambar dan yang menyolok guru tak lagi mengajar model berceramah.

Kurikulum 1994


Pembagian tahapan pembelajaran di sekolah dengan sistem catur wulan.
Lebih menekankan materi pelajaran. Bersifat populis yaitu memberlakukan satu sistem kurikulum unt semua siswa se indonesia. Guru dalam pelaksanaan kegiatan sanggup mengunakan taktik yang melibatkan siswa aktif dalam mencar ilmu baik secara mental.fisik dan sosial

Kelebihannya: penggunaan strategis yang melibatkan siswa aktif dalam mencar ilmu baik secara mental,fisik dan sosial, pengajaran dari yang nyata ke hal yang abstrak, dari hal yang gampang ke hal yang sulit, dari hal yang sederhana ke hal yang kompleks

Kekurangannya:

  • aspek yang dikedepankan terlalu padat
  • konsep pengajarannya satu arah dari guru ke murid
  • beban mencar ilmu siswa terlalu berat alasannya ialah banyak mata pelajaranya
  • Materi pelajaran yang terlalu sukar alasannya ialah kurang relevan dengan tingkat perkembangan berpikir siswa dan kurang bermakna.

Kurikulum 2004


Menekankan pada ketercapaian kompetensi siwa baik secara indifidual maupun klasikal
Berorentasi pada hasil belajar. Penyampaian dalam pembelajaran memakai pendekatandan metode yang bervariasi. Sumber mencar ilmu bukan hanya dari guru juga juga dari unsur lain yang edukatif Penilaian menekankan dari pada proses dan hasil belajar.

Kelebihannya:
Dalam pembelajaran adanya komunikasi dua arah antara guru dan siswa, Pembelajaran berpusat pada siswa, Penggunan pendekatan dan metode yang bervariasi, Sumber mencar ilmu yang bervariasi

kekurangan :
kekurangan sumber insan yang potensi dalam menjabarkan kbk masih rendah kualitas seorang guru

Kurikulum 2006


Karakteristiknya:

  • Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal
  • Berorentasi pada hasil belajar
  • Penyampaian pembelajaran memakai pendekatan dan metode yang bervariasi
  • Sumber mencar ilmu bukan hanya guru tetapi juga dari sumber yang lain.
  • Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar

Kelebihan;

  • Dalam pembelajaran adanya komunikasi dua arah antara guru dan siswa pembelajaran berpusat pada anak.
  • Penggunaan metode dan pembelajaran bervariasi
  • Seorang guru benar benar di gerakkan menjadi insan yang profesional yang menuntut kekereatifitasan.

Kekurangannya
Minimnya sosialisasi dan kesiapan sarana dan prasarana sebagai pendukung pendidikan terutama kesiapan guru dan sekolah untuk menyusun dan membuatkan kurikulum,

Kurikulum 2013


Kurikulum 13 ialah kurikulum yang berk0laborasi ( keterpaduan ) antara KBK dengan KTSP. Pembelajarannya melalui pendekatan saintifik.

Konsep pembelajaran saintifik ialah mengamati, Menanya, Mengeplorasi, Mengasosiasikan mengkomonikasikan diskusi kelompok. Konsep penilaiannya harus outentik, Kopetensi inti dan kopetensi dasar, Indikator, Tujuan pembelajarannya; Kegiatan inti dengan pendekatan saintifik, Metode pembelajarannya, Alat peraga, dan Langkah langkah kegiatannya.

Jadi Cerdik Prinsip Proses Mencar Ilmu Mengajar Pada Satuan Pendidikan


Proses Pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi akseptor didik untuk berpartisipasi aktif, serta menunjukkan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis akseptor didik.

Untuk itu setiap satuan pendidikan melaksanakan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta evaluasi proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan.

Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi maka prinsip pembelajaran yang digunakan:

  1. dari akseptor didik diberi tahu menuju akseptor didik mencari tahu;
  2. dari guru sebagai satu-satunya sumber mencar ilmu menjadi mencar ilmu berbasisaneka sumber belajar;
  3. dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah;
  4. dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi;
  5. dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu;
  6. dari pembelajaran yang menekankan balasan tunggal menuju pembelajaran dengan balasan yang kebenarannya multi dimensi;
  7. dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif;
  8. peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills);
  9. pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan akseptor didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;
  10. pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan menyebarkan kreativitas akseptor didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani);
  11. pembelajaran yang berlangsung di rumah di sekolah, dan di masyarakat;
  12. pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja yaitu guru, siapa saja yaitu akseptor didik, dan di mana saja yaitu kelas;
  13. Pemanfaatan teknologi gosip dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan
  14. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya akseptor didik.

Terkait dengan prinsip di atas, dikembangkan standar proses yang meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, evaluasi hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran.

Jadi Berilmu Apa Itu Rpp, Promes, Rppm, Rpph Dan Cara Menyusunnya


Rencana pelaksanaan pembelajaran harus dibentuk sebelum pelaksanaan pembelajaran. Rencana pembelajaran harus mengacu kepada karakteristik (usia, sosial budaya dan kebutuhan individual) anak yang terlibat dalam pembelajaran.

Manfaat RPP


  • Sebagai pola guru dalam melakukan pembelajaran
  • mendukung keberhasilan pelaksanaan pembelajaran
  • mengarahkan guru untuk menyiapkan alat dan materi yang diperlukan
  • mengarahkan guru untuk membangun sikap, pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan dimiliki anak

Rambu-Rambu Penyusunan RPP


  • Berorientasi pada Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA)
  • Berisi kompetensi dasar (KD) yang diambil dari KI-1, KI-2,KI-3 dan KI-4 yang sanggup membuatkan nilai agama dan moral, motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional dan seni
  • Berisi muatan/ materi pembelajaran dari KD yang telah dipilih
  • memilih acara selaras dengan muatan/ materi pembelajaran
  • Mengembangkan acara main yang berpusat pada anak
  • Menggunakan pembelajaran tematik
  • Mengembangkan cara berfikir saintifik
  • berbasis budaya lokal dan memanfaatkan lingkungan alam sekitar, sebagai media bermain anak

Untuk Apa Mengembangkan Materi?


  • Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan anak
  • Memperluas pengalaman bermain yang bermakna
  • Menumbuhkan minat berguru anak

Bagaimana cara Mengembangkan Materi?


  • Pahami inti muatan dari setiap kompetensi dasar. Kemampuan apa yang diharapkan dari KD tersebut.
  • Pahami keluasan cakupan materi yang termuat dalam KD
  • Pahami kedalaman materi yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.
  • Sesuaikan dengan visi yang ingin diwujudkan dan Tujuan yang ingin dicapai pada anak didik selama berguru di Satuan Raudhatul Athfal
  • Tentukan prioritas materi yang mendukung pencapaian KD

Rencana Pelaksanaan pembelajaran mencakup jadwal semester, planning pelaksanaan jadwal mingguan (RPPM), dan planning pelaksanaan jadwal harian (RPPH)

Program Semester (Promes)


  • Perencanaan jadwal semester berisi daftar tema dan sub tema dalam satu semester, serta Kompetensi Dasar yang dipilih pada tema tersebut, termasuk alokasi waktu setiap tema dengan menyesuaikan hari efektif kalender pendidikan yang bersifat fleksibel.
  • Penentuan tema sanggup dikembangkan oleh satuan PAUD atau mengacu pada contoh tema yang ada dalam Panduan

Cara Penyusunan Program Semester


  • membuat daftar tema satu semester
  • memilih, menata dan mengurutkan tema yang sudah dipilih
  • menentukan alokasi waktu untuk setiap tema; Alokasi waktu ditetapkan sesuai dengan kedalaman dan keluasan yang ingin dicapai sesuai dengan potensi satuan PAUD
  • Alokasi waktu minimal untuk satu semester yakni 17 minggu
  • menjabarkan tema kedalam sub tema dan sanggup dikembangkan lebih rinci lagi menjadi sub-sub tema untuk setiap semester;
  • mencermati kompetensi dasar yang sesuai dengan sub tema yang akan dikembangkan.
  • KD yang ditetapkan akan digunakan selama tema yang sama
  • KD yang sudah dipilih untuk tema sanggup dibagi ke dalam beberapa kelompok yang diadaptasi dengan sub tema.
  • KD yang diambil untuk sub tema tersebut akan digunakan terus selama sub tema dibahas.
  • KD yang sudah digunakan pada tema dan sub tema sanggup diulang untuk digunakan kembali pada tema yang berbeda

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)


  • Perencanaan jadwal mingguan merupakan planning acara yang disusun untuk pembelajaran selama satu minggu.
  • Diturunkan dari jadwal semester
  • Berisi sub tema, muatan/ materi pembelajaran dan planning kegiatan
  • Muatan/materi pembelajaran dikembangkan dari KD dan dihubungkan dengan tema/sub tema yang dipilih.
  • Merencanakan acara yakni menentukan acara yang bisa mewujudkan seluruh muatan /materi pembelajaran yang telah dipilih.
  • Kegiatan yang bersifat rutinitas dimasukan kedalam SOP, kecuali ada materi baru.

Cara Membuat RPPH


  • Pilih beberapa acara yang ada di RPPM
  • Sesuaikan dengan pendekatan pembelajaran yang digunakan oleh forum
  • Kegiatan harian berisi pembuka, inti dan penutup
  • Penyusunan acara harian diadaptasi dengan kondisi dan potensi yang dimiliki satuan pendidikan
  • Kegiatan harian dibentuk oleh guru/pendidik baik perorangan maupun kelompok.
Kegiatan yang bersifat rutin dijadikan Standar Operasional Prosedur. Jika KD atau muatan /materi pembelajaran belum di dapatkan anak pada tema yang dirancang maka KD tersebut sanggup terus dikembangkan pada tema yang lain dengan bentuk acara yang berbeda.

Jadi Arif Pelaksanaan Jadwal Pemberian Operasional Pendidikan / Bop Ra


BOP RA merupakan aktivitas pemerintah berupa tunjangan dana eksklusif kepada RA yang besarnya dihitung menurut jumlah siswa pada masing-masing RA. BOP RA merupakan biaya penyelenggaran dan/atau pengelolaan pendidikan RA yang sanggup dipakai oleh RA untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional non personalia dan personalia

Secara umum tujuan aktivitas BOP RA


Mewujudkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu bagi semua lapisan masyarakat dalam rangka mendukung aktivitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Secara khusus tujuan aktivitas BOP RA


  1. Membantu biaya operasional RA.
  2. Mengurangi angka putus sekolah pada RA.
  3. Meningkatkan angka partisipasi bergairah pada siswa RA
  4. Mewujudkan keberpihakan Pemerintah bagi siswa RA bagi keluarga tidak bisa dengan membantu (discount fee) tagihan biaya sekolah
  5. Memberikan kesempatan yang setara (equal opportunity) bagi siswa kurang bisa pada RA untuk mendapat layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu

Syarat penyaluran dana BOP pada RA


  1. RA memberikan Rencana Kegiatan Anggaran RA (RKARA);
  2. Diterbitkannya Surat Keputusan PPK perihal Penetapan RA Penerima Bantuan Operasional Pendidikan RA yang disahkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran;
  3. Atas nama KPA, PPK menciptakan Surat Perjanjian Kerjasama dengan Kepala RA sebagai akseptor dana BOP yang memuat hak dan kewajiban antara kedua belah pihak;
  4. PPK mengesahkan/menyetujui pengiriman dana BOP kepada RA yang dituangkan dalam bentuk kuitansi/bukti penerimaan pada tahap pencairan
  5. Kepala RA menyerahkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) kepada PPK;
  6. Kepala RA menyerahkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTB) dan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana kepada PPK.
  7. PPK melaksanakan pengujian dokumen permohonan pencairan dana BOP yang diajukan RA sesuai dengan Petunjuk Teknis. Dalam hal pengujian tidak sesuai dengan Petunjuk Teknis BOP, PPK memberikan info kepada RA untuk melengkapi dan memperbaiki dokumen permohonan. 
  8. PPK menerbitkan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) sesudah semua syarat penyaluran dana BOP sudah lengkap dan final dilaksanakan. 

Penyaluran dana BOP pada RA


  1. Kuasa Pengguna Anggaran menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) yang ditujukan kepada KPPN menurut pengajuan SPP dari PPK
  2. Dalam hal penyampaian laporan pertanggungjawaban dana BOP dari RA harus dilampiri:
    • Daftar perhitungan dana awal, penggunaan dan sisa dana.
    • Surat pernyataan bahwa pekerjaan telah final dilaksanakan.
    • Surat pernyataan bahwa bukti-bukti pengeluaran telah disimpan.
    • Bukti surat setoran sisa dana ke rekening Kas Negara dalam hal terdapat sisa dana.

Komponen penggunaan dana BOP RA


  1. Pengembangan perpustakaan
  2. Pembelian alat peraga edukatif
  3. Pembelian bahan-bahan habis pakai
  4. Kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler siswa
  5. Langganan daya dan jasa
  6. Kegiatan dalam rangka Penerimaan Peserta Didik Baru
  7. Biaya pemantauan dan pendeteksian tumbuh kembang anak
  8. Biaya peningkatan gizi anak atau tunjangan makanan tambahan
  9. Penyusunan dan pelaporan
  10. Pembelian perangkat pengolahan data
  11. Perawatan sarana dan prasarana RA
  12. Pengembangan profesi guru
  13. Pembayaran honorarium bulanan Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil (GBPNS) dan Tenaga Kependidikan bukan PNS

Larangan penggunaan dana BOP RA


  1. Disimpan dengan maksud dibungakan;
  2. Dipinjamkan kepada pihak lain;
  3. Membeli Lembar Kerja Siswa (LKS);
  4. Membeli software/perangkat lunak untuk pelaporan keuangan BOP RA atau software sejenis;
  5. Membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas RA dan memerlukan biaya besar, contohnya studi banding, studi tour (karya wisata) dan sejenisnya;
  6. Membayar bonus dan transportasi rutin untuk guru ;
  7. Membeli pakaian/seragam/sepatu bagi guru/siswa untuk kepentingan pribadi (bukan inventaris raudhatul athfal);
  8. Digunakan untuk rehabilitasi sedang dan berat;
  9. Membangun gedung/ruangan baru;
  10. Membeli bahan/peralatan yang tidak mendukung proses pembelajaran.

Jadi Terpelajar Cara Gampang Menciptakan Footer Ala Kompiajaib.Com


Sejak awal blog ini memakai template kompi flexible, aku merasa kurang pas dengan tampilan footernya sehingga aku menemukan website-website yang berdasarkan aku mempunyai footer yang elegan dan minimalis memakai background gelap dengan lebar 100% full. Awalnya sih tetap 3 kolom widget dengan lebar 313px sebab lebar template ini 980px, Masih ingat kan tampilan blog ini kemarin waktu aku menciptakan widget alexa dan histat berdampingan? Tidak ingat? minum obat dulu ya.

Beberapa hari yang kemudian blog KompiAjaib.com merubah tampilan footer yang cocok buat aku sehingga aku tertarik lagi untuk merubah footer dengan 4 kolom widget berbeda berupa gambar judul blog dan teks hidangan link, sebab berdasarkan aku hal ini tidak menambah beban loading blog. Dan balasannya sukses juga otak-atik footer lagi menyerupai yang dapat anda lihat dibawah.

Nah bagi yang ingin menciptakan footer KompiAjaib menyerupai blog ini, utamanya bagi pengguna template kompi flexible sebab prakteknya aku memakai template itu. silahkan ikuti langkah-langkahnya:

1. Silahkan ganti aba-aba ini:
#footer1,#footer2,#footer3{float:left;width:30%;}
dengan ini:
#footer1,#footer2,#footer3,#footer4{float:left;width:19%;}

2. Silahkan cari dan sesuaikan aba-aba CSS menyerupai dibawah ini:
 #footer-wrapper{width:100%;overflow:hidden;margin:30px auto 0;padding:0}
#footer1,#footer2{float:left;width:313px;margin-right:20px}
#footer3{float:right;width:313px;margin:0}
.credit,.footer .widget-content{line-height:1.5em}
.footer ul{margin:0;padding:0}
.footer a:link,.footer li a:visited{color:#666;text-decoration:none}
.footer li a:hover{color:#333}
.creditpic{width:100%;margin:0;padding:10px 0 30px;position:relative;color:#888}
.credit{font-size:12px;overflow:hidden;clear:both;margin:0 5px;padding:0}
.credit a:link,.credit a:visited{color:#888;text-decoration:none}
.credit a:hover{color:#f4782c;text-decoration:none}
.credit-left{float:left}
.credit-right{float:right}

sampai menjadi menyerupai ini
 .creditpic{background:#212121;width:100%;padding-top:1px;border-top:5px solid #999;}
.credit{background:#000;width:100%;font-family:Roboto,sans-serif;font-size:12px;margin:0;padding:20px 0 30px;position:relative;color:#fff;min-height:10px;text-align:center}
.credit,.footer .widget-content{line-height:1.5em}
.footer .widget{background:none;margin:5px 5px 0;padding:0 10px 0}
.credit a:link,.credit a:visited{color:#fff;text-decoration:none}
.credit a:hover{color:#fc0;text-decoration:none}
#footer-wrapper{width:100%;overflow:hidden;margin:10px auto 0;padding:0}
#footer-wrapper p{margin:0!important;font-size:16px}
#footer1 a,#footer2 a,#footer3 a,#footer4 a{font-weight:300;color:#ccc;}
#footer1 a:hover,#footer2 a:hover,#footer3 a:hover,#footer4 a:hover{color:#fefefe;}
#footer1 ul,#footer2 ul,#footer3 ul,#footer4 ul{list-style:none;padding:0!important;margin:5px 0!important}
#footer1{width:40%;padding:10px 30px 10px 0;display:inline;float:left;color:#ccc;font-size:14px;font-weight:300;line-height:1.6em;-moz-box-sizing:border-box;-webkit-box-sizing:border-box;box-sizing:border-box}
#footer2,#footer3,#footer4{width:20%;padding:10px 0 10px 30px;display:inline;float:left;color:#ccc;font-size:14px;font-weight:300;line-height:1.6em;-moz-box-sizing:border-box;-webkit-box-sizing:border-box;box-sizing:border-box}
#footer1 #logo-footer{clear:both;text-align:left;display:block}
#footer1 #logo-footer img{height:40px}
#footer1 h2,#footer2 h2,#footer3 h2,#footer4 h2{font-family:Roboto,sans-serif;font-size:16px;font-weight:700;color:#fefefe;margin:0!important;text-transform:none!important}
@media print{#footer-wrapper,.creditpic{display:none!important}}

3. Silahkan ganti aba-aba HTML menyerupai dibawah ini:
<div class='content-wrapper'>
<footer itemprop='mainEntity' itemscope='itemscope' itemtype='https://schema.org/WPFooter'>
<b:if cond='data:blog.pageType != &quot;static_page&quot; and data:blog.isMobileRequest == &quot;false&quot;'>
<div id='footer-wrapper'>
....................
....................
....................
</footer>
</div>
</div>

dengan ini:
<div class='creditpic'>
<div class='content-wrapper'>
<footer itemprop='mainEntity' itemscope='itemscope' itemtype='https://schema.org/WPFooter'>
<b:if cond='data:blog.pageType != &quot;static_page&quot; and data:blog.isMobileRequest == &quot;false&quot;'>
<div id='footer-wrapper'>
<b:section class='footer' id='footer1' preferred='yes'/>
<b:section class='footer' id='footer2' preferred='yes'/>
<b:section class='footer' id='footer3' preferred='yes'/>
<b:section class='footer' id='footer4' preferred='yes'/>
</div>
<div class='clear'/>
</b:if>
</footer>
</div>
</div>
<div class='credit'>
<div class='content-wrapper'>
Copyright &#169; <span itemprop='copyrightYear'><script type='text/javascript'>var creditsyear = new Date();document.write(creditsyear.getFullYear());</script></span> <span itemprop='copyrightHolder' itemscope='itemscope' itemtype='https://schema.org/Organization'><a expr:href='data:blog.homepageUrl' expr:title='data:blog.title' itemprop='url'><span itemprop='name'><data:blog.title/></span></a></span> | Proudly powered by <a href='//www.blogger.com' target='_blank' title='Blogger'>Blogger</a>
</div>
</div>

4. Terakhir, untuk footer1 buat gambar blog dengan ukuran 347 x 40 px, kemudian copas aba-aba dibawah ini ke widget HTML dan sesuaikan dengan blog anda:
<div id="logo-footer">
<a href="https://www.nomifrod.com/" title=""><img alt="Logo Footer " src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhn2kfj78RN3WWUtfyZof4dT3sab6tFWBgtYLlnw-ZWfae99y_J1671u6IX-WiYcn3ag8IXr7wIf11wB-4HOKWqjcWWBDh1nCirAYB8nNiqH8jH3oVeilpIte2yYnN4cdr10-cDHiLZyvIc/s1600/footer.png" height="50" title="" width="347" /></a>
</div>
<p>Blog mengembangkan aplikasi dan dokument pendidikan, perangkat dan metode belajar, serta kajian agama dan muslimah.</p>

untuk footer2,3 dan 4 gunakan aba-aba dibawah ini dan sesuaikan dengan harapan anda:
<ul>
<li><a href='https://www.nomifrod.com/p/about-me.html' target='_blank' title='Tentang '>Tentang </a></li>
<li><a href='https://www.nomifrod.com/p/kontak-kami.html' target='_blank' title='Hubungi Saya'>Hubungi Saya</a></li>
<li><a href='https://www.nomifrod.com/p/daftar-isi.html' target='_blank' title='Daftar Isi'>Daftar Isi</a></li>
<li><a href='https://www.nomifrod.com/p/kontak-layanan.html' target='_blank' title='Pasang Iklan'>Pasang Iklan</a></li>
<li><a href='https://eepurl.com/bTZ0GD' target='_blank' title='Langganan'>Langganan</a></li>
</ul>

Bagi pengguna template lain (bukan kompi flexible), dapat anda coba otak-atik CSS dan HTMLnya sebab struktur template tidak sama. Karena aba-aba diatas aku praktek pake template kompi flexible, aku tidak menjamin 100% dapat saja ada aba-aba lain (bawaan template) yang mempengaruhi. Oke selamat mencoba...

Referensi: www.kompiajaib.com

Jadi Terpelajar Cara Merubah 3 Komentar Menjadi 1 Komentar Disqus Saja


Template Kompi Flexible update terbaru memakai 3 sistem komentar yakni disqus, blogger, dan facebook. Saya sendiri kurang pas bila memakai hingga 3 sistem komentar alasannya ialah itu akan menghipnotis loading blog, selain itu akan menciptakan blog kita gemuk alias gendut yang kata orang kekinian 'obesitas'. Lagi pula aku lihat di blog teman-teman blogger, mereka hanya berkomentar pada sistem komentar yang tampil pertama, dengan kata lain hanya segelintir saja yang menentukan atau mengklik tombol pilihan komentar.

Karena itu aku disini ingin membantu teman-teman blogger yang kebetulan templatenya memakai 3 sistem komentar ibarat template kompi flexible. Dan ingin hanya memakai satu komentar disqus saja, silahkan perhatikan langkah-langkahnya berikut ini:

1. Cari dan hapus instruksi CSS untuk komentar ibarat dibawah ini
.comments{margin-top:0;}
#comments2{background:#fff;clear:both;margin:0 auto;line-height:1em;padding:20px;font-family:Roboto,sans-serif;box-shadow:0 1px 0 rgba(0,0,0,.05),0 3px 3px rgba(0,0,0,.05)}
iframe{border:0;overflow:hidden}
#comments2 h3{margin:0;font-size:18px;color:#666;padding-bottom:16px;}
.comment_area{border-right:1px solid #ddd;}
.comment_header{border-top:1px solid #ddd;margin-left:5px}
........................
........................
........................
........................
.disqus-box,.facebook-box{background:#fff;box-shadow:0 1px 0 rgba(0,0,0,.05),0 3px 3px rgba(0,0,0,.05)}

Kemudian ganti dengan instruksi dibawah ini:
#comments{background:#fff;clear:both;margin:20px auto 0;line-height:1em;padding:5px 20px}

2. Selanjutnya ganti instruksi ibarat dibawah ini :
<b:includable id='comments' var='post'>
.....................
.....................
.....................
.....................
</b:includable>

dengan ini :
<b:includable id='comments' var='post'>
<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<div class='comments' id='comments'>
<b:include data='post' name='disqus-comment'/>
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
if (typeof(jQuery) == 'undefined') {document.write("<scr" + "ipt type=\"text/javascript\" src=\"//ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.7.1/jquery.min.js\"></scr" + "ipt>");}
//]]>
</script>
</div>
</b:if>
</b:includable>

3. Supaya tidak membebani blog, silahkan hapus beberapa instruksi dibawah ini
<b:includable id='fb-comments' var='post'>
<div class='fb-comments' data-colorscheme='light' data-numposts='5' expr:data-href='data:post.url' id='fb-comment'/>
</b:includable>

==============

<b:includable id='threaded-comment-form' var='post'>
...................
...................
...................
</b:includable>

=============

<b:includable id='threaded_comment_js' var='post'>
...................
...................
...................
</b:includable>

=============

<b:includable id='threaded_comments' var='post'>
...................
...................
...................
</b:includable>

Itu saja dari sekedar membantu bagi teman-teman blogger yang kebetulan templatenya memakai 3 sistem komentar ibarat template kompi flexible. Selamat mencoba...

Jadi Berilmu Pendekatan Pembelajaran Dan Evaluasi Pada Paud Ra Tk


A. Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran pada pendidikan Taman Kanak-kanak dan RA dilakukan dengan berpedoman pada suatu kegiatan kegiatan yang telah disusun sehingga seluruh sikap dan kemampuan dasar yang ada pada anak sanggup dikembangkan dengan sebaik-baiknya. Pendekatan pembelajaran pada anak Taman Kanak-kanak dan RA hendalmya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut.

1. Pembelajaran berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak


  • Anak berguru dengan baik apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta merasa kondusif dan tenteram secara psikologis.
  • Siklus berguru anak selalu berulang.
  • Anak berguru melalui interaksi sosial dengan orang' pandai balig cukup akal dan bawah umur lainnya.
  • Minat dan keingintahuan anak akan memotivasi belajamya.
  • Perkembangan dan belajar. anak harus memperhatikan perbedaan individu.

2. Berorientasi pada Kebutuhan Anak


Kegiatan pembelajaran pada anak harus senanti?sa: berorientasi kepada kebutuhan anak- anak usia dini: adalah- anak yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan, baik perkembangan fisik maupun psikis (intelektual, bahasa, motorik, dan sosio emosional). Dengan dem.ikian aneka macam jenis kegiatan pembelajaran hendaknya dilakukan melalui analisis kebutuhan dengan aneka macam aspek perkembangan dan kemampuan pada masing-masing anak.

3. Bermain Sambil Belajar atau Belajar Seraya Bermain


Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran pada anak usia Taman Kanak-kanak dan RA. Upaya-upaya pendidikan yang diberikan oleh pendidik hendaknya dilakukan dalam situasi yang menyenangkan dengan memakai strategi, metode, materi/bahan dan media yang: menarik serta gampang diikuti oleh anak.

Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi, menemukan dan memanfaatkan objek-objek yang akrab dengan anak sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi anak. Bermain bagi anak merupakan proses untuk bereksplorasi, sanggup keterampilan yang gres dan sanggup memakai simbol untuk menggambarkan dunianya. Ketika bermain mereka membangun pengertian yang berkaitan dengan pengalamannya. Pendidik kiprah yang sangat penting dalam pengembangan bermain anak.

4. Menggunakan Pendekatan Tematik


Kegiatan pembelajaran hendaknya dirancang dengan memakai pendekatan tematik dan beranjak dari tema yang menarik minat anak. Tema sebagai alat/sarana atau. wadah untuk mengenalkan aneka macam konsep pada anak. Tema diberikan dengan tujuan:

  • Menyatukan isi kurikulum dalam satu kesatuan yang utuh
  • Memperkaya perbendaharaan kata anak

Jika pembelajaran dilakukan dengan memanfaatkan tema, maka pemilihan tema dalam kegiatan pembelajaran dikembangkan dari hal-hal yang paling akrab dengan anak, sederhana, serta menarik minat anak. Penggunaan tema dimaksudkan .agar anak bisa mengenal aneka macam konsep secara gampang dan jelas.

5. Kreatif dan Inovatif


Proses pembelajaran yang kreatif dan inovatif sanggup dilakukan oleh pendidik melalui kegiatan-kegiatan yang menarik, membangkitkan rasa ingin tahu anak, memotivasi anak untuk berpikir kritis dan menemukan hal-hal baru. Selain itu pengelolaan pembelajaran hendalmya dilakukan secara dinamis. Artinya anak tidak hanya diperlakukan sebagai objek tetapi juga sebagai subjek dalam proses pembelajaran.

6. Lingkungan Kondusif


Lingkungan pembelajaran harus diciptakan sedemikian menarik dan menyenangkan sehingga an?k selalu betah dalam lingkungan sekolah baik di dalam maupun di luar ruangan. Lingkungan fisik hendaknya keamanan dan kenyamanan anak dalam bermain. Penataan ruang harus diadaptasi dengan ruang gerak anak dalam bermain sehingga dalam interaksi baik dengan pendidik maupun dengan temannya sanggup dilakukan secara demokratis. Selain itu, dalam pembelajaran hendaknya pendidik memberdayakan lingkungan sebagai sumber berguru dengan memberi kesempatan kepada anak untuk mengekspresikan kemampuan interpersonalnya.

Dengan demikian anak merasa bahagia walaupun antar mereka berbeda (perbedaan individual). Lingkungan hendaknya tidak memisahkan anak dari nilai-nilai budayanya yaitu dengan tidak membedakan nilai-nilai yang dipelajari di rumah, di sekolah, dan di lingkungan sekitar. Pendidik harus peka terhadap karakteristik budaya masing-masing anak.

7. Mengembangkan Kecakapan Hidup


Proses pembelajaran harus diarahkan untuk menyebarkan kecakapan hidup. Pengembangan konsep kecakapan hidup didasarkan atas pembiasaan-pembiasaan yang mempunyai tujuan untuk menyebarkan kemampuan menolong diri sendiri, disiplin dan bersosialisasi, serta memperoleh keterampilan dasar yang berkhasiat untuk kelangsungan hidupnya.

B. Penilaian


Penilaian sanggup dilakukan dengan aneka macam cara, antara lain melalui pengamatan dan pencatatan anekdot. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui perkembangan dan sikap anak yang dilakukan dengan mengamati tingkah laris anak dalam kehidupan sehari-hari secara terus-menerus, sedangkan pencatatan anekdot merupakan sekumpulan catatan perihal sikap dan sikap anak dalam situasi tertentu. Berbagai alat penilaian yang sanggup dipakai untuk citra perkembangan kemampuan dan sikap anak, antara lain:

  • Portofolio, yaitu evaluasi menurut kumpulan hasil kerja anak yang sanggup menggambarkan sejauh mana anak berkembang.
  • Unjuk kerja (performance) merupakan evaluasi yang menuntut anak untuk melaksanakan kiprah dalam perbuatan yang dap-at diamati, contohnya praktik menyanyi, olahraga, sesuatu.
  • Penugasan (Project) merupakan kiprah yang harus dikerjakan anak yang memerlukan waktu yang relatif usang dalam pengerjaannya. Misalnya melaksanakan percobaan menanam biji.
  • Hasil karya (Product) merupakan hasil kerja anak sesudah melaksanakan suatu kegiatan.