Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts

Saturday, 2 March 2019

Pasti Dapat Guru Dan Pegawai Muda Serta Enerjik Ini, Dulunya Murid Saya

Guru dan pegawai muda serta enerjik ini, dulunya murid saya – Dulu mereka yaitu murid-murid yang aku didik di sekolah ini. Mereka lucu-lucu dengan seragam biru dongker dan sedikit agak 'bandel'. Tapi bandelnya itu sungguh menyenangkan bila diingat sekarang. Itu dulu!

lucu dengan seragam biru dongker dan sedikit agak  PASTI BISA Guru dan Pegawai Muda Serta Enerjik Ini, Dulunya Murid Saya
4 Murid yang kembali ke sekolah daerah mereka dulunya berguru (matrapendidikan.com)

Kini mereka telah menyandang prediket guru dan mengajar di sekolah daerah mereka berguru dulunya. Dan, kini mereka menjadi rekan sejawat saya. Bahkan ada juga yang menjadi tenaga kependidikan (pegawai administrasi). Siapakah mereka?.Mari kita simak sekilas satu persatu.

1.Elva Nora, A.Md.Kom

Nora, begitu sapaan akrabnya, mengajarkan mata pelajaran TIK. Dia alumni SMPN 4 Lintau Buo (kini, UPT SMPN 2 Lintau Buo) tahun 2002. Anak kedua dari 3 bersaudara ini kelahiran 30 Agustus 1987.

2.Refrimadona, S.Pd

Alumnus SMPN 4 Lintau Buo tahun 2008 ini mengajar mata pelajaran PPKn. Calon ibu muda, alumni UNP Padang dengan panggilaan dekat Dona, mulai mengajar di sekolah ini bulan Mei 2017. Wanita berbintang Libra ini kelahiran Taluk, 10 Oktober 1993. Menikah dengan Rici Putra Minda yang juga alumni SMPN 4 Lintau Buo.

3.Jumar Eti, S.Pd

Eti, begitu gadis belia ini disapa, mengajar mata pelajaran IPS. Alumni SMPN 4 Lintau Buo 2009 ini .lahir 18 Maret 1994. Memperoleh gelar sarjana pendidikan di Jurusan Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumbar.

4.Hadi Rahim

Adi, panggilan akrabnya, merupakan salah satu pegawai manajemen di sekolah dimana beliau pernah berguru dulu. Calon bapak muda ini kelahiran Taluk, 21 Februari 1990. Meskipun hanya lulusan D1 namun cukup piawai dalam mengutak-atik komputer. Menikah dengan Olga, 22 Desember 2017, yang juga alumi SMPN 4 Lintau Buo.

Bagaimana kesudahannya punya rekan sejawat bekas murid sendiri? Tentu saja sangat menyenangkan dan membanggakan saya. Kenapa tidak? Mereka yaitu guru dan pegawai muda yang masih enerjik sehingga meningkatkan frekuensi motivasi berguru siswa di sekolah.
Selain itu mereka lebih gampang menyesuaikan diri dengan dinamika murid ‘Zaman Now’. Kondisi murid dimana dibesarkan di tengah kurun teknologi gosip dan komunikasi yang semakin canggih.

Wednesday, 13 February 2019

Pasti Dapat Cukuplah Dengan Niat

Cukuplah dengan niat - Saat melangkah, di tengah perjalanan rasa letih memaksa untuk rehat sejenak. Seketika tiada yang aneh, namun di menit itu, tanpa sengaja saya tengok ke belakang. Waah, ternyata sudah sejauh ini saya melangkah, namun tanganku kok masih kosong ya??? Apa saya melangkah tanpa mencari sesuatu yang bermanfaat, gitu? 

 di tengah perjalanan rasa letih memaksa untuk rehat sejenak PASTI BISA Cukuplah dengan Niat
Ilustrasi gadis berjihijab (pixabay.com)

Itulah sebuah citra bergotong-royong harus ada yang diperbaiki pada diri ini.

Perkenalkan namaku Ana, berusia 17 tahun, eeiittttss… udah jalan 18 tahun lho, hheheehe. Aku sih terbilang bukan anak nakal, tapi ya normal rasa suka itu bahkan yang namanya pacaran itu pernah saya jalanin, sampai suatu ketika panggilan untuk hijrah itu datang.

Ya dengan berat hati, kutinggalkan si do'i…

Dulu sih mikir, bukan suatu hal yang gampang buat lupain dia… Tapi ternyata dan ternyata niat itu asing lho, saya niatkan untuk berubah. Sekejap saja semua perasaan suka itu bermetamorfosis biasa-biasa saja.

Ada beberapa ketaknormalan yang mulai terjadi, berawal dari akun sosial media yang dibajak oleh ‘bajak laut’, hehehee… Lucunya dikala bikin akun sosial media yang gres ini, saya ketemu sama orang-orang yang bisa membimbing untuk saya lebih baik lagi.

Betapa berdosanya saya dikala itu, kesal gak karuan, tapi lihatlah keajaiban dari niat, dihilangkan dari segala pergaulan, ya mungkin terbilang kurang tepat, kemudian diganti dengan yang teramat baik…

Mulai dikala itulah saya sadar bahwa Allah tau apa yang kita butuhkan dan memberikannya dengan jalan yang sangat tidak disangka-sangka. Sekali lagi, cukup dengan niat yang baik, maka Allah bukakan jalan untuk menuju hijrah.

Nah, di sosial media yang gres ini ada suatu hal yang sangat menarik yaitu ada seorang perempuan bercadar lagi koma, namun subhanallah selama ia koma mengeluarkan amis yang sangat harum, konon ceritanya lebih wangi dari parfum yang ada di dunia khususnya Indonesia...

Mulanya sih saya tidak percaya yah, namun alasannya ialah aneka macam yang bilang begitu. Terdoronglah niat untuk menanyakan langsung...

Allah kasih saya kesempatan untuk berbincang-bincang dengan ia langsung…

Diceritakannya bahwa selama ia koma, is tak mencicipi sakit sedikitpun, melainkan ia merasa sangat sehat,bahkan lebih sehat dari sebelumnya. Berada di lingkungan yang sangat indah, namun tidak tau dimana daerah itu yang ia tau hanya berada di sekeliling orang-orang yang membaca Al-qur'an, sholat, bertasbih dan  bunyi adzan yang berkumandang sangat merdu. 

Aku berfikir, bisakah saya sepertinya?  Hehehe... 
Simak juga : Melangkah Mencari Secuil Cahaya
Insyaallah, tiada hal yang tidak mungkin ketika Allah meridhoi, kalau dengan niat saja telah banyak Allah berikan kemudahan. Apalagi niat itu sudah terlaksana. Tinggal kitanya lagi bisa untuk istiqomah ataukah balik kanan kemudian bubar jalan!  (Penulis : Dini Lintau )