Tuesday, 26 February 2019

Pasti Dapat Tugas Orangtua/Wali Murid Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Di Sekolah

Peran orangtua/wali murid terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah – Penyelenggaraan pendidikan di forum sekolah melibatkan unsur satuan pendidikan itu sendiri, keluarga dan masyarakat. Ketiga unsur penyelenggara pendidikan tersebut perlu bersinergi dalam mewujudkan tujuan pendidikan di sekolah.

wali murid terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah PASTI BISA Peran Orangtua/Wali Murid Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan di Sekolah
Pelibatan orangtua/wali murid terhadap penyelenggaraan pendidikan (doc.matrapendidikan.com)

Semula orangtua/ wali murid lebih terkonsentrasi untuk mendukung pendidikan anak di lingkungan keluarga. Menumbuhkan nilai karakter, memotivasi belajar, mendorong budaya literasi dan memfasilitasi kebutuhan berguru anak.

Namun pada akibatnya pemerintah lebih memperluas pelibatan orangtua/wali murid dalam penyelenggaraan pendidikan di forum sekolah. Landasan yuridis yang mendukung pelibatan ini ialah Permendikbud Nomor 30 Tahun 2017 perihal Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan.

Pemerintah melalui permendikbud beralasan bahwa pelibatan keluarga dalam penyelenggaraan pendidikan sekolah didasarkan atas kiprah strategis keluarga untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, sebagaimana tertuang dalam Undang Undang Nomor 20 perihal Sistem Pendidikan Nasional.

Apa saja bentuk pelibatan orangtua/wali murid  terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah? Seperti tercantum dalam pasal 6, Permendikbud Nomor 30 Tahun 2017, ada beberapa butir bentuk keterlibatan orangtua/wali murid dalam penyelenggaraan pendidikan;

1.Membentuk paguyuban atau komite kelas

Setiap kelas di bawah koordinasi wali kelas/guru kelas membentuk paguyuban atau komite kelas. Komite kelas ini mempunyai struktur tertentu untuk membenahi sarana dan kemudahan ruang kelas guna meningkatkan kelancaran pembelajaran di ruang kelas tersebut.

Paguyuban kelas yang beranggotakan orangtua/wali murid sebuah kelas akan membaca dan berbagi potensi fisik kelas dan siswa dalam rangka meningkatkan proses berguru dan mengajar di kelas bersangkutan.

2.Menjadi narasumber dalam kegiatan sekolah

Kegiatan yang diselenggarakan di sekolah sanggup mengundang orangtua/wali murid menjadi narasumber. Misalnya dalam kegiatan Peringatan Hari Pesar Islam (PHBI), penyuluhan pendidikan karakter, ancaman barang/materi terlarang, tindak kekerasan dan lainnya.

3.Ikut dalam kegiatan pentas kelas di simpulan tahun pelajaran

Setiap simpulan tahun pelajaran di sekolah diadakan kegiatan siswa ibarat pentas seni (Pensi), Perpisahan dengan guru/siswa kelas terakhir, Muhasabah, dll. Orangtua/wali murid perlu berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan tersebut.

4.Menjadi anggota tim pencegahan kekerasan di sekolah

Orangtua berperan penting dalam mencegah tindakan kekerasan dan sikap menyimpang lainnya di sekolah. Pelibatan ini bertujuan untuk mencegah sikap menyimpang dan atau tindak kekerasan di sekolah.

5.Mendukung Penguatan Pendidikan Karakter di sekolah

Orangtua murid melibatkan diri dalam aktivitas penguatan pendidikan aksara anak di sekolah. Hal ini sanggup dilakukan melalui partisipasi orangtua murid dalam kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler dan pengembangan diri di sekolah.

Peran dan pelibatan orangtua/wali murid dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Tentulah ada batasannya dan perlu komunikasi yang baik dan harmonis, antara pihak sekolah, guru/wali kelas serta komite sekoalh.

Sebab, orangtua/wali murid juga mempunyai kiprah penting di luar sekolah atau di rumahtangga. Tugas-tugas penting tersebut tersebar dalam banyak sekali profesi yang dijalankan orangtua/wali murid sehari-hari. Ada yang bekerja sebagai pegawai swasta, pegawai negeri, petani, pedagang dan lain sebagainya.

Pihak sekolah perlu berkonsultasi dan mempertimbangkan kondisi orangtua/wali murid dalam menyusun dan menyelenggarakan kegiatan di sekolah. Kenapa begitu? Boleh jadi pelibatan orangtua/wali murid yang terlalu banyak akan mengganggu kegiatan harian orangtua/wali murid.

Pasti Dapat Guru Suten Dengan Murid, Mana Yang Menang?

Guru suten dengan murid, siapa yang menang? – Label Kilas Lensa kali ini akan diisi dengan pembahasan sebuah gambar yang cukup unik antara guru dan murid. Nah, apa uniknya momen pada gambar ini? Coba diperhatikan baik-baik.

 Label Kilas Lensa kali ini akan diisi dengan pembahasan sebuah gambar yang cukup unik ant PASTI BISA Guru Suten Dengan Murid, Mana yang Menang?
Gambar ini seolah-olah guru dan murid sedang suten (doc.matrapendidikan.com)

Seorang guru terekam kamera android kru matrapendidikan.com, seolah-olah sedang suten atau suit dengan muridnya. Jari telunjuk versus jari telunjuk sehingga harus diulang.Tapi benarkan mereka sedang suten?

Tentu saja tidak!

Gambar tersebut diambil dikala Pilketos di sekolah, beberapa bulan lalu. Murid yang berjulukan Arsy Annisa itu, panitia yang sedang bertugas pada proses simpulan Pilketos. Memberikan tanda pada jari telunjuk pemilih yang telah memperlihatkan suaranya.
Icha mengarahkan guru, Hasma Umneti,S.Pd.Ing, untuk menempelkan telunjuk kanan pada bantal stempel berwarna biru. Seolah-olah guru dan murid sedang suten. Jika memang suten, siapa yang menang?

Tidak ada yang menang atau kalah sebab bertemu jari telunjuk dengan jari telunjuk. Namun Jingga Mahesa Putri menang dalam Pilketos tersebut dan menjadi Ketos masa bhakti 2018-2019.

Apa itu suten?

Suten atau suit merupakan agresi tabrak jari tangan tanpa sentuhan antara dua orang dalam mengundi untuk memilih pemenang.

Biasanya tabrak jari tangan ini dipakai dalam permainan anak-anak. Siapa yang menang dalam suten akan memulai terlebih dulu permainan tersebut.

Pemenang sut ialah ibu jari jikalau berhadapan dengan telunjuk. Kemudian telunjuk dengan kelingking serta kelingking dengan ibu jari. Sut akan diulang jikalau ibu jari dengan ibu jari, telunjuk dengan telunjuk atau kelingking dengan kelingking.

Seorang dinyatakan kalah dalam sut apabila kelingkung dengan ibu jari, telunjuk dengan ibu jari dan kelingking dengan telunjuk.

Pasti Dapat Perjalanan Panjang ( Bab Keempat )

Rusdi tidak kaget ketika tukang tambal memberitahukan benen motornya telah diganti dengan yang baru. Benen ban motornya rusak parah lantaran robek sehingga tidak sanggup ditambal. Oleh lantaran Itu ia harus mengeluarkan uang untuk beli benen gres dan upah pasang. Ia pun tak membantah dan segera membayar semua biaya yang ditimbulkan oleh kendaraannya.

 ketika tukang tambal memberitahukan benen motornya telah diganti dengan yang gres PASTI BISA Perjalanan Panjang ( Bagian Keempat )
Ilustrasi kereta api (doc.matrapendidikan.com)

Ban kendaraan bermotor dilarang kekurangan angin ketika dikendarai, apalagi menempuh jarak jauh. Hal ini akan memperbesar peluang untuk mengalami kempes di perjalanan. Namun sebelum berangkat dari rumah, Rusdi lupa untuk menilik angin ban kendaraannya.

Selain itu Rusdi telah mengendarai motornya dalam keadaan ban tanpa angin menuju kawasan tempel benen. Tentu saja akan menciptakan benen kendaraannya menjadi rusak parah.

Itu pula sebabnya tadi Rusdi meninggalkan motornya di kawasan tempel benen. Ia menyerahkan mana baiknya oleh tukang tempel benen. Bisa ditempel saja atau diganti dengan benen gres bila memang tidak sanggup digunakan lagi.

Kini Rusdi dan istrinya Salmina sudah berada di atas motor bebeknya. Mulai menyusuri jalan raya berliku di sepanjang pinggiran danau dengan kecepatan sedang. Kendaraannya kini terasa nyaman dikendarai. Ia berharap hingga di kampung halamannya tanpa kendala.

Jalan Raya Lintas Sumatera memang berliku-liku di sepanjang pinggiran danau Singkarak. Jika dipotret dari ketinggian, jalan berliku di pinggiran danau menjadi sebuah pemandangan yang bagus.

Di sebelah kiri jalan raya terdapat jalur jalan kereta api. Konon rel kereta api itu tidak pernah lagi dilewati oleh kereta api. Kereta api jurusan Sawah Lunto - Batu Tebal sudah berhenti beroperasi. Boleh jadi biaya operasi transportasi ini tidak tertutupi lagi oleh pendapatan dari penumpang kereta wisata ini.

Rusdi sudah kangen untuk naik kereta api lagi. Sudah usang ia tak lagi menaiki sarana transportasi unik ini. Dulu, ketika masih duduk di dingklik sekolah dasar dan SMP, Rusdi sering naik kereta api. Mulai dari kereta api berloko uap hingga loko diesel impor Jerman.

Yang paling menyenangkan bagi Rusdi ketika itu yaitu sanggup menumpang kereta api gratis. Caranya bangkit di gerbong batubara. Berwisata ria dari stasiun Simpang AA menuju Solok dan terus ke Sawah Lunto. Atau dari stasiun Simpang AA menuju Batu Tebal.

Kereta angin atau sepeda dan kereta api tak luput dari dongeng masa kemudian Rusdi di kampung halamannya, Sumani. Beda dengan masa kecil dan masa sekolah anak zaman sekarang.

Anak zaman milennial atau disebut juga zamannow lebih disibukkan oleh perangkat gadget pembelian orangtua mereka. Mau berguru pegang android. Mau tidur buka aplikasi media sosial. Mereka kadang kala digelari sebagai generasi menunduk. Menunduk ke arah gadget meskipun itu dikala berbicara dengan orangtua sendiri.

Rusdi menghela nafas. Hembusan angin danau Singkarak makin terasa sejuk. Rusdi memperlambat laju kendaraannya. Meminggirkan kendaraannya dan berhenti.

Salmina yang dari tadi juga membisu di boncengan belakang jadi heran. Ada apa gerangan suaminya menghentikan motornya? (Bersambung…)


Jadi Arif Pola Standar Operasional Mekanisme Pendidikan Anak Usia Dini


Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menjalankan suatu pekerjaan dengan berpedoman pada tujuan yg harus dicapai. Penetapan langkah tersebut dituangkan secara tertulis mengenai apa yang harus dilakukan, kapan, dimana , oleh siapa dan dengan cara bagaimana. Sehingga SOP menjadi cara baku, yang disepakati dan diterapkan oleh semua orang yang ada di satuan PAUD.

Kegiatan harian ini dilaksanakan secara bantu-membantu antara tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan orang renta kemudian dilatihkan kepada anak setiap ketika semenjak anak datang/masuk dipintu gerbang sekolah hingga pulang kembali/dijemput oleh orang renta masing-masing. Untuk memudahkan para tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan orangtua dalam melatihkan pendidikan perilaku. Maka telah dirumuskan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sanggup dijadikan panduan bagi seluruh tenaga pendidik, tenaga kependidikan di PAUD.

Apa aktivitas harian?


Kegiatan harian dimaksudkan aktivitas yang sanggup diikuti oleh anak semenjak kedatangan hingga pulang termasuk aktivitas di sudut, area dan sentra.

Apa Manfaatnya?


  • Layanan PAUD lebih terarah
  • Setiap aktivitas lebih bermakna tidak sekedar aktivitas rutin.

Contoh aktivitas harian


  • Kedatangan Anak/Penyambutan Anak
  • Kegiatan Pembuka/Pengalaman Motorik Kasar
  • Latihan ke Kamar mandi
  • Cuci Tangan
  • Kegiatan Makan
  • Waktu Istirahat
  • Kepulangan
  • Penjemputan Anak

Manfaat Memiliki SOP


  • Semua orang yang ada di satuan PAUD mempunyai standar yang sama dalam melayani dan memfasilitasi anak belajar.
  • Memudahkan dalam pengkaderan bagi pendidik yunior untuk mengenal cara menunjukkan layanan.
  • Sebagai warta terbuka bagi tenaga pendidik, kependidikan dan orang renta perihal layanan yang baik dan sistematis.

Ringkasan


  • SOP ialah alat yg baik utk membakukan pelaksanaan suatu kegiatan
  • SOP yg baik harus singkat, jelas, ringkas, komplit, obyektif
  • SOP harus berisi semua langkah yg penting akan tetapi mustahil dibentuk sedemikian detil sehingga semua pertanyaan pekerja sanggup terjawab

Kedatangan anak/penyambutan anak


Tujuan:
Memberikan rasa nyaman dan kondusif bagi anak dan orangtua/pengantar ketika memasuki lingkungan sekolah.

Manfaat:
Pengantar merasa nyaman ketika meninggalkan anak di lingkungan sekolah. Pendidikan sikap yang dikembangkan:
  1. Kemandirian, rendah hati, santun berbicara, kasih sayang dan tanggung jawab
  2. Saat anak memasuki lingkungan sekolah, guru/pendidik mempersiapkan diri menyambut anak ( Kemandirian)
  3. Pendidik memposisikan badan sejajar dengan ketinggian anak dan mengupayakan kontak mata, berjabat tangan, mengucap salam, menyapa nama anak, menanyakan kabar anak dengan ramah memakai bahasa yang sanggup dipahami anak. (Rendah hati, Santun berbicara)
  4. Pendidik sanggup mengekspresikan kasih sayang kepada anak contohnya dalam bentuk: pelukan, usapan tangan, hanya jikalau anak merasa nyaman. (Kasih sayang)
  5. Pendidik mempersilahkan anak untuk menyimpan barang langsung di tempatnya secara berdikari (kemandirian, tanggung jawab)
  6. Pendidik melaksanakan cek kondisi fisik dan kesehatan anak secara umum sambil mengajak bercakap-cakap perihal hal-hal ringan.(santun berbicara)
  7. Pendidik mengamati anak dan mengambil tindakan yang dibutuhkan jikalau menemukan kondisi fisik dan kesehatan anak yang perlu penanganan

Jadi Arif Pola Lengkap Manajemen Pengelolaan Inventaris / Aset Sekolah


Setelah artikel sebelumnya wacana buku catatan inventaris sekolah, sekarang saatnya aku lengkapi sesuai impian pembaca. Tidak banyak yang aku bagikan, hanya beberapa poin yang mungkin sangat dibutuhkan dalam pengelolaan aset / inventaris sekolah. Dimana dengan adanya format manajemen inventaris ini dibutuhkan dapat mengetahui kondisi barang yang ada di sekolah. Baik itu dalam keadaan baik, rusak ringan / berat, belum ada, dan lain-lain.

Contoh Administrasi Pengelolaan Inventaris Sekolah ini hanya sebagai referensi kepada anda pengelola / kepala / operator sekolah, untuk seterusnya dapat di edit menyesuaikan dengan kebutuhan sekolah anda. Sedangkan isi dari file Contoh Lengkap Administrasi Pengelolaan Inventaris / Aset Sekolah ini sebagai berikut ini:

  • kebutuhan barang
  • rekap kebutuhan barang
  • data pembelian barang
  • rekapitulasi pendataan perangkat alat
  • format peminjaman/penggunaan barang
  • jadwal pemeliharaan alat
  • kartu catatan perbaikan barang
  • laporan kerusakan alat (usul)
  • format undangan penggunaan ATK
  • buku jurnal ATK
  • buku inventaris

Atau untuk lebih jelasnya dapat lihat preview berikut ini


Itu saja artikel membuatkan dari wacana Contoh Lengkap Administrasi Pengelolaan Aset Sekolah, dan dapat anda download pada link dibawah ini:

Contoh manajemen aset sekolah. Untuk referensi surat kiprah pengadaan barang sekolah, dapat anda cek dibawah ini:

Contoh Lengkap Administrasi Pengelolaan Inventaris / Aset Sekolah

Demikian dari kami, biar dapat mambantu dan bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Amin...

Jadi Cendekia Cara Menciptakan Top Disqus Commentators For Blogger Dengan Efek Show Hide


Sistem komentar disqus banyak menjadi pilihan kaum blogger termasuk aku alasannya ialah selain tampilan yang elegan dan minimalis, disqus juga mempunyai fitur yang tak kalah anggun dengan sistem komentar lainya, menyerupai recent comment dan top commentators. Top disqus commentators ini biasa kita lihat di dashboard sendiri, namun ternyata dapat di pasang di blog juga.

Terinspirasi dari blog kompiajaib.com yang ketika ini ada tombol untuk menampilkan top disqus commentators ini, hanya saja mas adhy menyimpannya di halaman statis. Itu menciptakan aku mulai mengobok-obok browser, kali aja ada script untuk menampilkannya di blog. Akhirnya aku menemukan script ini di blog.kangismet.net untuk dipasang di sidebar sebagai widget top disqus commentators.

Akhirnya aku mencoba berinovasi untuk menampilkannya diatas kolom komentar dengan efek show hide biar tidak mengganggu ruang menyerupai yang anda lihat pada gambar animasi gif diatas. Jika anda tertarik untuk memasang top disqus commentators widget diatas kolom komentar sebaiknya ikuti langkah berikut ini: (Sebelumnya pastikan blog anda sudah terpasang jquery library dan font awesome)

1. Simpan instruksi dibawah ini diatas </head>
<style type='text/css'>
/*<![CDATA[*/
#topcomment{display:block;width:100%;margin:0 auto;padding:10px 0 0;-moz-box-sizing:border-box;-webkit-box-sizing:border-box;box-sizing:border-box;height:auto}
.topcomment-sh{width:auto;height:40px;background:#fff;color:#666;margin-top:20px;text-align:center;font-size:18px;line-height:40px;position:relative;cursor:pointer;border-bottom:1px solid #ddd}
.topcomment-sh:hover{background:#337ab7;color:#fff}
#topcomment-box{background:#fff;padding:10px 20px 10px 20px;display:none}
.dsq-widget ul.dsq-widget-list{padding:0!important;margin-right:-30px!important;text-align:left}
img.dsq-widget-avatar{margin:0 10px 7px 0!important;width:58px!important;height:58px!important;padding:0!important;float:left;border-radius:3px!important}
li.dsq-widget-item{margin:0 2% 5px 0!important;padding:0 0 4px!important;list-style-type:none;clear:none!important;border-bottom:1px solid #ddd;display:inline;float:left;width:30.333333%}
a.dsq-widget-user{font-weight:500!important;display:block!important;margin-bottom:5px}
.clear{clear:both!important}
/*]]>*/
</style>

yang aku tandai, kalau sudah ada dihapus saja.

2. Kemudian cari css untuk komentar disqus, biasanya menyerupai ini
#comments{background:#fff;clear:both;margin:20px 0;line-height:1em;padding:5px 20px}
ubah margin-nya menjadi margin:0px!important;

3. Selanjutnya silahkan copy instruksi berikut:
<div class='topcomment-sh' onclick='toggleNavPanel2(&apos;topcomment-box&apos;)'><i aria-hidden='true' class='fa fa-comments'/><span id='topcomment-button'> Show Top Commentators</span></div>
<div id='topcomment-box'>
<div class='dsq-widget' id='topcomment'>
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
document.write("<scr" + "ipt type=\"text/javascript\" src=\"https://username.disqus.com/top_commenters_widget.js?num_items=15&hide_mods=1&hide_avatars=0&avatar_size=32\"></scr" + "ipt>");
//]]>
</script>
</div>
<div class='clear'/>
</div>

lalu simpan sempurna dibawah instruksi ini
<b:includable id='comments' var='post'>
Jika blog anda memakai 3 sistem komentar, silahkan simpan sempurna dibawah instruksi ini:
<div class='disqus-box' id='disqus-box'>

Keterangan:
username : ganti dengan user nama disqus anda
num_items : jumlah tampilan (silahkan atur jumlahnya)
hide_mods : sembunyikan komentar admin (1 sembunyi, 0 tampil)
hide_avatars : sembunyikan gambar (1 sembunyi, 0 tampil)
avatar_size : mengatur ukuran gambar user

4. Terakhir silahkan simpan script dibawah ini diatas </body>
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
function toggleNavPanel2(e){var t=document.getElementById(e),c=document.getElementById("topcomment-button"),l="block";t.style.display==l?(t.style.display="none",c.innerHTML="Show Top Commentator"):(t.style.display="block",c.innerHTML="Hide Top Commentator")}
$("#topcomment a").filter(function(){return this.hostname&&this.hostname!==location.hostname}).attr('rel', 'nofollow').attr('target', '_blank');
//]]>
</script>

Bagaimana, gampang kan? selamat mencoba...

Referensi:
/search?q=membuat-parse-tool-untuk-text-style
/search?q=membuat-parse-tool-untuk-text-style

Jadi Terpelajar Cara Menciptakan Top Disqus Commentators Pada Pesan Komentar


Setelah kemarin saya sudah menciptakan artikel ihwal cara menciptakan top disqus commentators diatas kolom komentar, saya rasa sudah cukup praktis untuk di modifikasi ulang sesuai selera. Namun ternyata masih ada yang kesulitan memasang top disqus commentators ini ke dalam kotak pesan komentar disqus. Karena itu disini saya akan menyebarkan kepada para sobat blogger tips dan trik memasangnya kedalam pesan komentar.

Sebelumnya ada 2 hal dan cara yang harus diperhatikan; bahwa ada kotak pesan komentar disqus untuk 3 sistem komentar menyerupai blog kompiajaib.com, ada pula kotak pesan komentar untuk komentar disqus saja menyerupai pada blog ini. Makara perhatikan langkah-langkahnya dan jangan sambil tidur agar tidak nyasar kemana-mana, dan pastikan blog anda sudah terpasang jquery library dan font awesome.

Model pertama untuk pengguna 3 sistem komentar


Pastikan bahwa blog anda sudah memakai kotak pesan untuk 3 sistem komentar. Jika belum, silahkan buat kotak pesan pada url postingan KompiAjaib dibawah ini:
/search?q=cara-membuat-top-disqus-commentators

Selanjutnya kita akan menyisipkan top disqus commentators pada kotak pesan disqus.

1. Silahkan cari instruksi dibawah ini dan tambahkan instruksi menyerupai yang saya tandai;
.tombol-pesan{display:block;font-weight:500;float:left;}
lalu simpan instruksi dibawah ini diatas </head>
 <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<style type='text/css'>
/*<![CDATA[*/
.topcomment-sh{display:inline;float:right;font-size:12px;line-height:1.5;border-radius:3px;padding:2px 5px;color:#fff!important;background-color:#337ab7;border-color:#2e6da4;box-sizing:border-box;font-weight:400;margin-left:10px;cursor:pointer;}
.topcomment-sh:hover{color:#fff;background-color:#286090;border-color:#204d74}
#topcomment{display:block;width:100%;margin:0 auto;padding:10px 0 0;-moz-box-sizing:border-box;-webkit-box-sizing:border-box;box-sizing:border-box;height:auto}
#topcomment-box{padding-top:30px;display:none}
.dsq-widget ul.dsq-widget-list{padding:0!important;margin-right:-30px!important;text-align:left}
img.dsq-widget-avatar{margin:0 10px 7px 0!important;width:58px!important;height:58px!important;padding:0!important;float:left;border-radius:3px!important}
li.dsq-widget-item{margin:0 2% 5px 0!important;padding:0 0 4px!important;list-style-type:none;clear:none!important;border-bottom:1px solid #ddd;display:inline;float:left;width:30.333333%}
a.dsq-widget-user{font-weight:500!important;display:block!important;margin-bottom:5px}
a.dsq-widget-user:hover{color:#444}
/*]]>*/
</style>
</b:if>

2. Copy instruksi dibawah ini
<div class='topcomment-sh' onclick='toggleNavPanel1(&apos;topcomment-box&apos;)'><i aria-hidden='true' class='fa fa-comments'/> <span id='topcomment-button'>Show Top Commentators</span></div>
<div id='topcomment-box'>
<div class='dsq-widget' id='topcomment'>
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
document.write("<scr" + "ipt type=\"text/javascript\" src=\"https://user-name.disqus.com/top_commenters_widget.js?num_items=9&amp;hide_mods=1&amp;hide_avatars=0&amp;avatar_size=32\"></scr" + "ipt>");
//]]>
</script>
</div>
</div>
<div class='clear'/>
Keterangan:
username : ganti dengan user nama disqus anda
num_items : jumlah tampilan (silahkan atur jumlahnya)
hide_mods : sembunyikan komentar admin (1 sembunyi, 0 tampil)
hide_avatars : sembunyikan gambar (1 sembunyi, 0 tampil)
avatar_size : mengatur ukuran gambar user

dan simpan / paste sempurna diatas instruksi berikut;
<div id='isi-pesan'>

3. Terakhir simpan script dibawah ini diatas </body>
 <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
function toggleNavPanel1(e){var t=document.getElementById(e),c=document.getElementById("topcomment-button"),l="block";t.style.display==l?(t.style.display="none",c.innerHTML="Show Top Commentator"):(t.style.display="block",c.innerHTML="Hide Top Commentator")}
$("a").filter(function(){return this.hostname&&this.hostname!==location.hostname}).attr('rel', 'nofollow').attr('target', '_blank');
//]]>
</script>
</b:if>

Model kedua untuk pengguna komentar disqus saja


Jika blog anda hanya memakai komentar disqus dan ingin menciptakan pesan komentar menyerupai pada blog ini, silahkan perhatikan langkah dibawah ini:

1. Gunakan instruksi dibawah ini dan simpan diatas</head>
 <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<style type='text/css'>
/*<![CDATA[*/
.pesan-komentar{background:#444;padding:5px 10px 10px;width:auto;margin:20px 0;line-height:1.3em;position:relative;font-weight:400;border:1px solid #ddd;font-size:14px;color:#fff}
.pesan-komentar:before{content:"";width:0;height:0;position:absolute;bottom:-22px;left:14px;border:11px solid transparent;border-color:#fff transparent transparent}
.pesan-komentar:after{content:"";width:0;height:0;position:absolute;bottom:-20px;left:15px;border:10px solid transparent;border-color:#444 transparent transparent}
.pesan-komentar ul li{margin:0 20px;padding-left:0;list-style-type:disc}.btn,.mata,.parser,button{cursor:pointer}
.parser{float:left}
.checkbox{font:11px Tahoma,Verdana,Arial,Sans-Serif;line-height:1.6em;color:#eee;display:none}
#codes,#codes2{border:1px solid #ddd;width:100%;height:150px;display:block;background-color:#efefef;border-radius:3px;font:400 12px 'Courier New',Monospace;margin:7px 0 10px;padding:5px;box-sizing:border-box}
#opt1,#opt2,#opt3,#opt4,#opt5,.btn,.parser{display:inline-block;vertical-align:middle}
#codes:focus{background-color:#fff;color:#000;border:1px solid #ccc;outline:0}
.button-group{float:left;text-align:left;margin:-3px auto 0}
.button-group span{font:14px Tahoma,Verdana,Arial,Sans-Serif;vertical-align:2px;line-height:1;color:#555}
#opt1,#opt2,#opt3,#opt4,#opt5{border:none;outline:0;margin:0 10px 0 0}
#opt10,#opt11,#opt12,#opt13,#opt14,#opt15,#opt16,#opt17,#opt18,#opt19,#opt20,#opt6,#opt7,#opt8,#opt9{display:inline-block;vertical-align:middle;border:none;outline:0;margin:0}
.checkbox span{font:14px Tahoma,Verdana,Arial,Sans-Serif;vertical-align:middle;line-height:1;color:#555;margin-right:10px}
.btn,.btn:active{background-image:none}
.btn,.parser{font-weight:400;padding:6px 12px;margin-bottom:5px;font-size:14px;line-height:1.42857143;text-align:center;white-space:nowrap;-ms-touch-action:manipulation;touch-action:manipulation;-webkit-user-select:none;-moz-user-select:none;-ms-user-select:none;user-select:none;border:1px solid transparent;border-radius:4px}
.btn:active:focus,.btn:focus,.parser:active:focus,.parser:focus{outline:0}
.btn:focus,.btn:hover,.parser:focus,.parser:hover{color:#333;text-decoration:none;outline:0}
.btn:active,.parser:active{outline:0;-webkit-box-shadow:inset 0 3px 5px rgba(0,0,0,.125);box-shadow:inset 0 3px 5px rgba(0,0,0,.125)}
.btn-primary,.parser,.parser a{color:#fff!important;background-color:#337ab7;border-color:#2e6da4}
.btn-primary:focus,.button-group button:disabled,.parser:focus{color:#fff;background-color:#286090;border-color:#122b40}
.btn-primary:active,.btn-primary:hover,.parser:active,.parser:hover{color:#fff;background-color:#286090;border-color:#204d74}
.btn-danger{color:#fff!important;background-color:#d9534f;border-color:#d43f3a}.btn-danger:focus{color:#fff;background-color:#c9302c;border-color:#761c19}
.btn-danger:active,.btn-danger:hover{color:#fff;background-color:#c9302c;border-color:#ac2925}
.btn-xs,.parser{font-size:12px;line-height:1.5;border-radius:3px;padding:1px 5px}
#isi-pesan{display:block}
#konversi-pesan,#parser{display:none}
#isi-pesan li,#isi-pesan ul{list-style-type:disc!important}
#isi-pesan ul{padding-left:5px;margin-bottom:5px}
#parser{padding:0;margin:5px 0}
input.button-parse{padding:5px}
.strike{text-decoration:line-through}
.mata{float:right;padding-top:1px}
.clear{clear:both}
.topcomment-sh{display:inline;float:left;font-size:12px;line-height:1.5;border-radius:3px;padding:2px 5px;color:#fff!important;background-color:#337ab7;border-color:#2e6da4;box-sizing:border-box;font-weight:400;margin-left:10px;cursor:pointer;}
.topcomment-sh:hover{color:#fff;background-color:#286090;border-color:#204d74}
#topcomment{display:block;width:100%;margin:0 auto;padding:10px 0 0;-moz-box-sizing:border-box;-webkit-box-sizing:border-box;box-sizing:border-box;height:auto}
#topcomment-box{padding-top:30px;display:none}
.dsq-widget ul.dsq-widget-list{padding:0!important;margin-right:-30px!important;text-align:left}
img.dsq-widget-avatar{margin:0 10px 7px 0!important;width:58px!important;height:58px!important;padding:0!important;float:left;border-radius:3px!important}
li.dsq-widget-item{margin:0 2% 5px 0!important;padding:0 0 4px!important;list-style-type:none;clear:none!important;border-bottom:1px solid #ddd;display:inline;float:left;width:30.333333%}
a.dsq-widget-user{color:#ff0;font-weight:500!important;display:block!important;margin-bottom:5px}
a.dsq-widget-user:hover{color:#fff}
/*]]>*/
</style>
</b:if>

2. Selanjutnya copy instruksi dibawah ini;
<b:includable id='pesan-komentar' var='post'>
<div class='pesan-komentar' id='pesan-komentar'>
<div id='isi-pesan'>
<b>Note :</b>
<ul>
<li>Gunakan bahasa ramah lingkungan. Link promo masuk <b>Spam</b></li>
<li>Jika tidak mempunyai akun disqus, silahkan login dengan akun media umum anda.</li>
<li>Gunakan <b>parse tool</b> untuk style teks dan instruksi HTML.</li>
</ul>
<b:if cond='data:blog.isMobileRequest == &quot;false&quot;'>
<div class='parser' onclick='toggleNavPanel2(&apos;parser&apos;)'><i aria-hidden='true' class='fa fa-code'/> <span id='parser-button'>Show Parser Box</span></div>
<div class='topcomment-sh' onclick='toggleNavPanel1(&apos;topcomment-box&apos;)'><i aria-hidden='true' class='fa fa-comments'/> <span id='topcomment-button'>Show Top Commentators</span></div>
<div id='topcomment-box'>
<div class='dsq-widget' id='topcomment'>
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
document.write("<scr" + "ipt type=\"text/javascript\" src=\"https://nomifrod.disqus.com/top_commenters_widget.js?num_items=9&amp;hide_mods=1&amp;hide_avatars=0&amp;avatar_size=32\"></scr" + "ipt>");
//]]>
</script>
</div>
</div>
<div class='clear'/>
<div id='parser'>
<textarea id='codes' placeholder='Tulis/paste instruksi atau teks di sini lalu klik tombol yang sesuai.' spellcheck='false'/> <span class='button-group'>
  <button class='btn btn-primary btn-xs' id='cvrt3' onclick='strongConvert();this.disabled = true;'>strong</button>
  <button class='btn btn-primary btn-xs' id='cvrt4' onclick='emConvert();this.disabled = true;'>em</button>
  <button class='btn btn-primary btn-xs' id='cvrt4' onclick='uConvert();this.disabled = true;'>u</button>
  <button class='btn btn-primary btn-xs' id='cvrt5' onclick='strikeConvert();this.disabled = true;'>strike</button>
  <button class='btn btn-primary btn-xs' id='cvrt7' onclick='preConvert();this.disabled = true;'>pre</button>
  <button class='btn btn-primary btn-xs' id='cvrt8' onclick='codeConvert();this.disabled = true;'>code</button>
  <button class='btn btn-primary btn-xs' id='cvrt9' onclick='precodeConvert();this.disabled = true;'>pre code</button>
  <button class='btn btn-primary btn-xs' id='cvrt10' onclick='spoilerConvert();this.disabled = true;'>spoiler</button>
  <button class='btn btn-danger btn-xs' onclick='cdClear();'>Bersihkan</button>
</span>
<span class='checkbox'>
  <input checked='' id='opt1' type='checkbox'/>
  <input checked='' id='opt2' type='checkbox'/>
  <input checked='' id='opt3' type='checkbox'/>
  <input checked='' id='opt4' type='checkbox'/>
  <input checked='' id='opt5' type='checkbox'/><br/>
  <input checked='' id='opt6' type='checkbox'/> <span>strong</span>
  <input checked='' id='opt7' type='checkbox'/> <span>em</span>
  <input checked='' id='opt8' type='checkbox'/> <span>u</span>
  <input checked='' id='opt9' type='checkbox'/> <span>strike</span><br/>
  <input checked='' id='opt10' type='checkbox'/> <span>pre</span>
  <input checked='' id='opt11' type='checkbox'/> <span>code</span>
  <input checked='' id='opt12' type='checkbox'/> <span>pre code</span>
  <input checked='' id='opt13' type='checkbox'/> <span>spoiler</span><br/>
</span>
</div></b:if>
    </div>
<div class='clear'/>
</div>
</b:includable>
dan simpan sempurna dibawah instruksi epilog pada instruksi berikut;
<b:includable id='threaded_comments' var='post'>
................
................
................
</b:includable>

3. Lalu copy instruksi pemanggil kotak pesan disqus dibawah ini;
<b:include data='post' name='pesan-komentar'/>
dan simpan sempurna diatas instruksi berikut;
<div class='comments' id='comments'>

4. Terakhir simpan script berikut diatas </body>
 <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
function cdClear(){var e=document.getElementById("codes");e.value="",e.focus();for(var t=document.querySelectorAll("#cvrt3, #cvrt4, #cvrt5, #cvrt6, #cvrt7, #cvrt8, #cvrt9, #cvrt10, #cvrt11"),c=0;c<t.length;c++)t[c].disabled=!1}function preConvert(){var e=document.getElementById("codes"),t=e.value,c=document.getElementById("opt1"),l=document.getElementById("opt2"),o=document.getElementById("opt3"),n=document.getElementById("opt4"),d=document.getElementById("opt5"),r=document.getElementById("opt10");t=t.replace(/\t/g," "),r.checked&&(c.checked&&(t=t.replace(/&/g,"&amp;")),l.checked&&(t=t.replace(/'/g,"&#039;")),o.checked&&(t=t.replace(/"/g,"&quot;")),n.checked&&(t=t.replace(/</g,"&lt;")),d.checked&&(t=t.replace(/>/g,"&gt;")),t=t.replace(/^/,"<pre>"),t=t.replace(/$/,"</pre>"),e.value=t,e.focus(),e.select())}function codeConvert(){var e=document.getElementById("codes"),t=e.value,c=document.getElementById("opt1"),l=document.getElementById("opt2"),o=document.getElementById("opt3"),n=document.getElementById("opt4"),d=document.getElementById("opt5"),r=document.getElementById("opt11");t=t.replace(/\t/g," "),r.checked&&(c.checked&&(t=t.replace(/&/g,"&amp;")),l.checked&&(t=t.replace(/'/g,"&#039;")),o.checked&&(t=t.replace(/"/g,"&quot;")),n.checked&&(t=t.replace(/</g,"&lt;")),d.checked&&(t=t.replace(/>/g,"&gt;")),t=t.replace(/^/,"<code>"),t=t.replace(/$/,"</code>"),e.value=t,e.focus(),e.select())}function precodeConvert(){var e=document.getElementById("codes"),t=e.value,c=document.getElementById("opt1"),l=document.getElementById("opt2"),o=document.getElementById("opt3"),n=document.getElementById("opt4"),d=document.getElementById("opt5"),r=document.getElementById("opt12");t=t.replace(/\t/g," "),r.checked&&(c.checked&&(t=t.replace(/&/g,"&amp;")),l.checked&&(t=t.replace(/'/g,"&#039;")),o.checked&&(t=t.replace(/"/g,"&quot;")),n.checked&&(t=t.replace(/</g,"&lt;")),d.checked&&(t=t.replace(/>/g,"&gt;")),t=t.replace(/^/,"<pre><code>"),t=t.replace(/$/,"</code></pre>"),e.value=t,e.focus(),e.select())}function spoilerConvert(){var e=document.getElementById("codes"),t=e.value,c=document.getElementById("opt13");t=t.replace(/\t/g," "),c.checked&&(t=t.replace(/^/,"<spoiler>"),t=t.replace(/$/,"</spoiler>"),e.value=t,e.focus(),e.select())}function strongConvert(){var e=document.getElementById("codes"),t=e.value,c=document.getElementById("opt6");t=t.replace(/\t/g," "),c.checked&&(t=t.replace(/^/,"<strong>"),t=t.replace(/$/,"</strong>"),e.value=t,e.focus(),e.select())}function emConvert(){var e=document.getElementById("codes"),t=e.value,c=document.getElementById("opt7");t=t.replace(/\t/g," "),c.checked&&(t=t.replace(/^/,"<em>"),t=t.replace(/$/,"</em>"),e.value=t,e.focus(),e.select())}function uConvert(){var e=document.getElementById("codes"),t=e.value,c=document.getElementById("opt8");t=t.replace(/\t/g," "),c.checked&&(t=t.replace(/^/,"<u>"),t=t.replace(/$/,"</u>"),e.value=t,e.focus(),e.select())}function strikeConvert(){var e=document.getElementById("codes"),t=e.value,c=document.getElementById("opt9");t=t.replace(/\t/g," "),c.checked&&(t=t.replace(/^/,"<strike>"),t=t.replace(/$/,"</strike>"),e.value=t,e.focus(),e.select())}function toggleNavPanel2(e){var t=document.getElementById(e),c=document.getElementById("parser-button"),l="block";t.style.display==l?(t.style.display="none",c.innerHTML="Show Parser Box"):(t.style.display="block",c.innerHTML="Hide Parse Box")}
function toggleNavPanel1(e){var t=document.getElementById(e),c=document.getElementById("topcomment-button"),l="block";t.style.display==l?(t.style.display="none",c.innerHTML="Show Top Commentator"):(t.style.display="block",c.innerHTML="Hide Top Commentator")}
$("a").filter(function(){return this.hostname&&this.hostname!==location.hostname}).attr('rel', 'nofollow').attr('target', '_blank');
//]]>
</script>
</b:if>

Supaya tidak mengganggu loading blog, anda dapat menghosting dan men-defer script diatas di penyedia hosting kesayangan anda tapi jangan di google drive alasannya sudah ditutup. lalu gunakan script dibawah ini;
<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
function downloadJSAtOnload(){var d=document.createElement("script");d.src="url-hosting.js",document.body.appendChild(d)}window.addEventListener?window.addEventListener("load",downloadJSAtOnload,!1):window.attachEvent?window.attachEvent("onload",downloadJSAtOnload):window.onload=downloadJSAtOnload;
//]]>
</script>
</b:if>

ganti yang saya tandai dengan url file.js tersebut.
selesai dan selamat mencoba...