Rusdi merasa lega ketika memasuki wilayah Simawang. Kondisi jalan sudah menurun dan berliku-liku. Dengan begitu motor yang membawa Rusdi dan istrinya meluncur dengan santai. Sesaat lagi ia akan hingga di pasar Ombilin. Setelah itu ia akan melewati jalan raya Lintas Sumatera tanpa pendakian, menuju kampung halamannya.
Ilustrasi perjalanan panjang (pixabay.com)
Motor bebek Rusdi tak perlu lagi mengeluarkan tenaga dalamnya, untuk membawanya hingga ke Sumani. Di pertigaan jalan pinggiran Danau Singkarak, Rusdi membelok ke kiri dengan kecepatan lebih sedikit dari kecepatan orang berlari.
Yang lebih lega lagi Salmina, istrinya yang duduk membonceng di belakang, Kenapa tidak? Panggulnya terasa pegal saking lamanya duduk hening di jok belakang Selama perjalanan ia tidak sanggup bergerak bebas sebab jok motor kelewat pendek untuk diduduki pengendara dan pembonceng. Bagi Salmina, perjalanan ke kampung suaminya ini terasa panjang meskipun jarak tempuh tidak terlalu jauh. Namun apa hendak dikata, perjalanan panjang itu harus dilalui dengan sabar.
Salmina tidak sanggup berbicara apa-apa kepada suaminya. Lidahnya seakan tergigit ketika hendak mengusulkan kepada suaminya untuk menggantinya dengan motor baru. Ia paham dengan keadaan dimana anak-anaknya ketika ini sedang membutuhkan uang banyak untuk kelanjutan pendidikan mereka.
Ada yang masih duduk di dingklik Sekolah Menengah Pertama dan SMA. Bahkan dua orang anak menduduki dingklik kuliah. Untung satu orang, si sulung sudah menamatkan kuliahnya dan sudah bekerja di swasta.
Bagi Rusdi, motor jenis bebek keluaran 1996 itu menciptakan ia nyaman untuk mengendarainya setiap bepergian bersahabat maupun jauh. Jarang mogok dan ekonomis materi bakar. Seakan motor belibis itu mengerti keadaan pemiliknya sehingga berkelakuan baik, tidak menguras isi dompet..
Saat ini biaya reperasi kendaraan bermotor roda dua tidak terbilang murah. Begitu pula harga materi bakar minyak (BBM) naik tiap sebentar. Dua poin ini sering menciptakan pemilik kendaraan mengeluh.
Memang, usia sepeda motor bebek yang sering menemani Rusdi dan istrinya itu tidak terbilang muda lagi. Tenaganya sudah jauh berkurang. Tak sanggup dikebut semoga lebih cepat hingga ditujuan tatkala dipakai untuk bepergian.
Ketika mendaki tanjakan tenaganya tidak sanggup diandalkan lagi. Apalagi ditanjakan cukup tajam. Kecepatannya nyaris sama dengan orang berjalan kaki. Itu pun harus memakai gear tarik untuk menghadapi tanjakan tajam.
Namun yang lebih penting bagi Rusdi, ia dan istrinya yang membonceng di belakang hingga ke tujuan, meskipun dalam waktu cukup lama. Biar lambat asal selamat. (Bersambung)
Ringkasan bab satu dan dua : Rusdi pulang ke kampung halamannya di Sumani. Ia menggunakan sepeda motor dan membonceng istrinya, Salmina. Namun ketika hingga di Ombilin, motornya berulah. Ban motor bab belakang kempes. Rusdi mengantarnya ke daerah tempel benen. Sementara menunggu motornya, Rusdi dan Salmina duduk di kursi panjang di samping sebuah warung seraya menghadap ke hamparan danau Singkarak. Ikuti dongeng selanjutnya di Perjalanan Panjang Bagian Ketiga!
Ilustrasi perjalanan panjang (pexels.com)
Keliling danau Singkarak dengan memakai sepeda? Sulit dilakukan untuk belum dewasa seusia Sekolah Menengah Pertama zamannow!. Berkeliling danau Singkarak akan menempuh jarak lebih kurang 45 kilometer. Itu bukanlah jarak yang dekat.
Anak-anak zaman kini seakan sudah malas untuk bergerak. Jangankan memakai sepeda untuk jarak yang cukup jauh. Ke warung depan rumah yang tak begitu jauh jaraknya saja mesti memakai motor.
“Mau pesan minum apa, pak?”
Seorang gadis kecil, anak pemilik warung di sebelah tiba menghampiri. Bangku daerah duduk di pinggiran danau ini pastilah buatan pemilik warung di sebelah.
Rusdi mengangguk membuktikan setuju. Sebenarnya ia sangat ingin minum kopi. Tapi kali ini ia pendam keinginannya alasannya yakni ia tahu jikalau ketika ini duduk bukan di warung.
Dua teh botol sudah hingga di hadapannya. Rusdi dan istrinya segera menyeruput minuman dengan aroma teh cuek itu.
Rusdi kembali menoleh ke formasi bukit barisan di seberang danau nun jauh disana. Masih segar di pikiran Rusdi, ketika suatu ketika di Minggu pagi, ia sudah hingga di halaman rumah temannya. Ia berencana mengajak temannya untuk bersepeda mengelilingi danau Singkarak.
Tanpa disangka, abang kandung temannya itu melarang dan marah-marah pada Rusdi. Ia ngomel alasannya yakni Rusdi telah mengajak adiknya jauh-jauh pergi bersepeda. Bahkan abang wanita temannya itu menuding Rusdi tak tahu di untung.
Rusdi segera berbalik dan membatalkan rencananya untuk mengelilingi danau Singkarak. Namun gres beberapa meter ia menggenjot pedal sepedanya, seseorang telah memanggilnya dari arah belakang.
“Sudi…! Ayo, kita keliling danau!”
Rusdi berhenti dan menurunkan kaki kirinya lalu menoleh ke belakang. Ternyata Sukardi, temannya.
“Ayo, kita pergi!” ulang Sukardi.
“Nanti dimarahi kakakmu,” tukas Rusdi.
“Ah, semoga saja, yuk kita jalan..!”
Ternyata pagi itu, teman-teman lainnya juga ikut mengelilingi danau Singkarak. Rombongan belum dewasa mengendarai sepeda untuk mengelilingi danau Singkarak persis menyerupai pebalap Tour de Singkarak.
Pemandangan alam danau Singkarak tidak banyak yang berubah. Air danau masih tampak membiru membiaskan warna langit biru di sore yang cerah. Bukit-bukit di sebelah barat masih bangun kokoh sebagai latar belakang pemandangan indah danau Singkarak.
Rusdi melirik ke arah istrinya yang sedari tadi juga membisu seraya memandang ke tengah danau. Di mata Rusdi, istrinya masih tampak elok meskipun sudah melahirkan lima orang anak. Meskipun di wajahnya sudah mulai muncul goret-goret halus membuktikan ketuaan.
“Mas, benen motor kita mungkin sudah siap ditempel ya, mas?” Salmina mengingatkan.
“Iya, kali. Yuk kita susul ke bengkel tempel benen,” ujar Rusdi seraya merongoh dompet dan membayar minumannya. Kemudian berjalan menuju daerah tempel benen motornya.(Bersambung…)
Setelah membelok ke kiri, Rusdi melewati jembatan Ombilin. Jembatan yang cukup panjang dan lebar. Rusdi sanggup menoleh ke kanan untuk menyaksikan jembatan kereta api dengan latar keindahan alam danau Singkarak.
Ilustrasi cerbung perjalan panjang (pixabay.com)
Di ujung jembatan, jalan raya melintas sepasang rel kereta api. Rusti sedikit ekstra hati-hati mengendarai motornya. Pasalnya posisi jalan raya yang serong kanan melintasi rel kereta api rentan menciptakan ban kendaraan roda dua selip.
Tiba-tiba pegangan tangan Rusdi terasa bergetar. Ada sesuatu yang tidak beres telah terjadi dengan ban motor sehingga jalannya motor tidak stabil.
Rusdi segera meminggirkan motornya. Sejenak menukikkan pandangan ke bab bawah velg motor. Ternyata ban motornya sudah kempes.
“Sepertinya bannya kempes, mas…” ujar Salmina seraya turun dari jok. Berdiri agak ke pinggir.
“Iya, tadi mas lupa menambah angin benennya, apalagi ban belakang nyaris botak,” sahut Rusdi seraya turun dari motor dan mematikan mesinnya. Kemudian memasang standar bangun motornya.
“Numpang tanya, pak…Dimana daerah tempel benen terdekat, ya pak?” Rusdi bertanya pada pria setengah baya yang kebetulan lewat di daerah itu
“Oh, sekitar dua ratus meter lagi dari sini, pak…” sahut orang itu seraya menunjuk ke arah selatan jalan raya.
“Terima kasih, pak.”
“Iya, “ Pria itu mengangguk.
Rusdi memandang istrinya sejenak.
“Mina, kau tunggu mas di depan kedai itu,” ujar Rusdi menunjuk warung di seberang jalan.
“Ya, mas.” sahut Salmina seraya menoleh ke kiri dan kekanan jalan dan lalu menyeberang jalan.
Sementara itu Rusdi segera menyalakan motor. Tetapi ia bukan untuk mendorong motornya menuju daerah tempel benen. Melainkan menaiki motor dengan kondisi ban sedang kempes. Memang, motor terasa tidak stabil dan tidak yummy dikendarai.
Rusdi menemukan daerah tempel benan yang dicarinya. Menyeberang kalan ke sebelah kanan. Setelah bercakap-calkap dengan tukang tempel benen, Rusdi meninggalkan daerah itu. Berjalan kaki menuju warung dimana Salmina tadi menunggu.
“Motornya tidak ditunggui, mas?” tanya Salmina.
“Tidak apa-apa, kita serahkan saja pada tukang tambal benen,” sahut Rusdi.
“Nanti dicurangi oleh tukang tambal benen, mas.”
“Biar aja, Mina. Dia juga yang berdosa.”
Rusdi dan salmina mencari daerah duduk di sebelah warung. Di bawah pohon perindang di pinggir danau terdapat dingklik panjang daerah duduk.
Danau Singkarak terlihat beriak-riak kecil di tiup angin siang. Danau terluas kedua di Pulau Sumatera ini nampak membiru dengan latar belakang gugusan bukit barisan di sebelah barat.
Rencanakan Keuangan Keluarga untuk hidup lebih baik. Apa yang akan anda lakukan kalau uang bukan lagi problem bagi Anda, tiba-tiba Anda mempunyai kekayaan yang berlimpah, apa yang akan Anda kerjakan selanjutnya?. Apakah Anda akan keluar dari pekerjaan Anda kini dan menikmati hidup dengan berkeliling dunia? Lalu bagaimana administrasi keuangan keluarga anda???
Apakah Anda justru menentukan menjadi petani dan tinggal di tempat yang sejuk serta menikmati berkebun sayur-sayuran?. Atau Anda akan mencurahkan hidup Anda untuk menjadi pekerja sosial dan banyak bersedekah dengan kekayaan yang Anda miliki atau ingin terjun ke dunia politik? Semua tergantung bagaimana anda mengatur keluar masuknya keuangan dalam keluarga.
Banyak orang menciptakan keputusan keuangan yang jelek alasannya ialah mereka tidak punya tujuan langsung jangka panjang. Jika Anda tidak tahu imbas membeli ponsel terbaru terhadap tujuan jangka panjang yang lebih besar contohnya membeli kendaraan beroda empat baru, maka itu salah satu tanda-tandanya. Membuat tujuan itu mudah. Ambil selembar kertas dan pinsil buat menjadi 3 kolom dan beri judul di tiap kolom tujuan jangka panjang, menengah dan jangka pendek. Mari simak ulasan berikut ini :
Jangka Panjang
Kalau Anda sudah berkeluarga, ada baiknya Anda menciptakan tujuan ini bersama pasangan, sehingga kalau keinginan Anda berdua berbeda, maka Anda dapat berkompromi untuk menyatukan perbedaan tersebut. Bayangkan bahwa Anda tidak punya problem dengan keuangan. Segala yang Anda inginkan akan dapat diperoleh, apa yang akan Anda lakukan? Biarkan imajinasi Anda bekerja, dan bayangkan impian dan keinginan yang Anda miliki wacana hidup Anda. Jika sudah Anda temukan segera tulis di kolom jangka panjang. Tidak perlu dibatasi oleh jumlah keinginan tersebut.
Jangka Menengah
Setelah Anda mempunyai beberapa tujuan jangka panjang, saatnya menanyakan pada diri sendiri, apa yang akan Anda lakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Apakah harus berhenti bekerja? Apakah perlu kembali ke dingklik sekolah? Atau perlu mengumpulkan sejumlah modal? Melihat tujuan jangka panjang yang telah Anda buat, apa yang Anda butuhkan untuk mewujudkannya dalam tiga hingga lima tahun ke depan? Tuliskan tindakan tersebut dalam kolom Jangka menengah.
Jangka Pendek
Setelah punya tujuan jangka panjang dan punya inspirasi untuk melaksanakan tindakan yang mendekatkan tujuan dalam 3-5 tahun ke depan, apa yang Akan Anda lakukan tahun depan untuk memulai perjalanan Anda kearah tujuan tersebut. Langkah pertama yang Anda menetapkan merupakan tujuan jangka pendek. Sama halnya dengan menciptakan tujuan hidup Anda, menciptakan tujuan keuangan juga dibentuk dalam jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek.
Tujuan keuangan keluarga tentu merupakan bab yang tidak terpisahkan dari tujuan hidup Anda dan keluarga. Semua tujuan yang Anda tetapkan, pada alhasil memerlukan pendanaan apakah tujuan jangka panjang, menengah dan jangka pendek. Tujuan jangka panjang dan menengah akan gampang tercapai kalau Anda mulai mempersiapkan fondasi keuangan yang kokoh semenjak Anda menciptakan tujuan jangka pendek.
Sebagai rujukan : Dalam perencanaan keuangan keluarga syariah, yang termasuk wajib misalnya, mengeluarkan zakat penghasilan, zakat harta (jika hingga pada nisabnya), dan zakat fitrah. Memberi pendidikan dan menikahkan anak. Melunasi hutang juga masuk dalam kategori wajib, sehingga hal ini harus menjadi prioritas bagi keluarga muslim.
Yang termasuk kategori sunnah contohnya akikah anak gres lahir (max 7 hari), menyiapkan masa pensiun, maupun berinfak dan sedekah. Kemudian kategori mubah menyerupai berlibur dan bersenang-senang, sebaiknya dilakukan kalau wajib dan sunnahnya sudah terpenuhi. Nah siap mencoba menciptakan tujuan keuangan?. Selamat mencoba.
Rusdi tidak kaget ketika tukang tambal memberitahukan benen motornya telah diganti dengan yang baru. Benen ban motornya rusak parah lantaran robek sehingga tidak sanggup ditambal. Oleh lantaran Itu ia harus mengeluarkan uang untuk beli benen gres dan upah pasang. Ia pun tak membantah dan segera membayar semua biaya yang ditimbulkan oleh kendaraannya.
Ilustrasi kereta api (doc.matrapendidikan.com)
Ban kendaraan bermotor dilarang kekurangan angin ketika dikendarai, apalagi menempuh jarak jauh. Hal ini akan memperbesar peluang untuk mengalami kempes di perjalanan. Namun sebelum berangkat dari rumah, Rusdi lupa untuk menilik angin ban kendaraannya.
Selain itu Rusdi telah mengendarai motornya dalam keadaan ban tanpa angin menuju kawasan tempel benen. Tentu saja akan menciptakan benen kendaraannya menjadi rusak parah.
Itu pula sebabnya tadi Rusdi meninggalkan motornya di kawasan tempel benen. Ia menyerahkan mana baiknya oleh tukang tempel benen. Bisa ditempel saja atau diganti dengan benen gres bila memang tidak sanggup digunakan lagi.
Kini Rusdi dan istrinya Salmina sudah berada di atas motor bebeknya. Mulai menyusuri jalan raya berliku di sepanjang pinggiran danau dengan kecepatan sedang. Kendaraannya kini terasa nyaman dikendarai. Ia berharap hingga di kampung halamannya tanpa kendala.
Jalan Raya Lintas Sumatera memang berliku-liku di sepanjang pinggiran danau Singkarak. Jika dipotret dari ketinggian, jalan berliku di pinggiran danau menjadi sebuah pemandangan yang bagus.
Di sebelah kiri jalan raya terdapat jalur jalan kereta api. Konon rel kereta api itu tidak pernah lagi dilewati oleh kereta api. Kereta api jurusan Sawah Lunto - Batu Tebal sudah berhenti beroperasi. Boleh jadi biaya operasi transportasi ini tidak tertutupi lagi oleh pendapatan dari penumpang kereta wisata ini.
Rusdi sudah kangen untuk naik kereta api lagi. Sudah usang ia tak lagi menaiki sarana transportasi unik ini. Dulu, ketika masih duduk di dingklik sekolah dasar dan SMP, Rusdi sering naik kereta api. Mulai dari kereta api berloko uap hingga loko diesel impor Jerman.
Yang paling menyenangkan bagi Rusdi ketika itu yaitu sanggup menumpang kereta api gratis. Caranya bangkit di gerbong batubara. Berwisata ria dari stasiun Simpang AA menuju Solok dan terus ke Sawah Lunto. Atau dari stasiun Simpang AA menuju Batu Tebal.
Kereta angin atau sepeda dan kereta api tak luput dari dongeng masa kemudian Rusdi di kampung halamannya, Sumani. Beda dengan masa kecil dan masa sekolah anak zaman sekarang.
Anak zaman milennial atau disebut juga zamannow lebih disibukkan oleh perangkat gadget pembelian orangtua mereka. Mau berguru pegang android. Mau tidur buka aplikasi media sosial. Mereka kadang kala digelari sebagai generasi menunduk. Menunduk ke arah gadget meskipun itu dikala berbicara dengan orangtua sendiri.
Rusdi menghela nafas. Hembusan angin danau Singkarak makin terasa sejuk. Rusdi memperlambat laju kendaraannya. Meminggirkan kendaraannya dan berhenti.
Salmina yang dari tadi juga membisu di boncengan belakang jadi heran. Ada apa gerangan suaminya menghentikan motornya? (Bersambung…)
Momentum kecil dalam menyambut hgn 2018 – Setiap 25 November diperingati Hari Guru Nasional (HGN). Meskipun peringatan HGN tinggal dua ahad lagi namun melalui artikel pendidikan ini akan disajikan sedikit pernak-pernik wacana guru dan murid alumni di sekolah kawasan admin bertugas.
Salah satu foto jadul guru di sekolah (doc.matarpendidikan.com)
Penulisan artikel ini berawal dari sebuah foto jadul yang diterbitkan melalui WA oleh seorang rekan kerja. Foto itu kemudian diunggah melalui akun facebook admin matrapendidikan.com.
Unggahan foto jadul guru-guru tersebut menerima respon nyata dari facebooker, terutama murid alumni dan guru yang ada di foto.
Sekadar menghangatkan nuansa dan menyambut HGN, foto jadul yang diunggah dalam facebook tersebut akan dijadikan gambar pendukung artikel pendidikan ini.
Foto guru berfose di bab depan sekolah dibentuk Juni 2000. Foto yang dicetak dengan kertas terbaik pada zamannya, memang telah buram oleh perjalanan waktu. Namun diyakini benar, bagi guru-guru yang ada di foto tersebut, khusus yang masih hidup kini ini tentunya, foto itu tidak akan pernah buram.
Guru yang ada di foto tersebut akan terharu melihat dirinya pada masa 18 tahun silam. Sementara itu facebooker alumni sekolah telah merespon foto jadul itu dalam bentuk jempol like maupun komentar.
Mereka umumnya masih ingat dengan guru yang ada di foto maupun yang tak sempat berfoto pada masa dua dekade silam.
Guru boleh saja lupa pada nama atau wajah muridnnya alasannya ialah memang sudah banyak jumlahnya. Atau alasannya ialah perjalanan waktu yang sudah cukup panjang. Namun murid yang pernah diajar oleh seorang guru, tak kan pernah lupa.
Mungkin nama lengkap sang guru sempat terlupa oleh murid, namun panggilan sehari-hari guru tersebut pasrti mereka ingat.
Di sisi lain, alumni sekolah atau mantan murid di suatu sekolah akan bertanya bagaimana keadaan guru yang dulu mengajar mereka. Kemudian mereka mendoakannnya. Agar guru-guru mereka tetap dalam keadaan sehat wal’afiat.
Keingintahuan murid wacana keadaan guru mereka sekaligus mendoakannya. Sudah barang tentu, ini menjadi salah satu pujian guru.
Sebaliknya kepada para murid yang sudah terjun ke tengah masyarakat dan sudah menjadi insan mandiri. Doa guru ialah biar mereka juga sehat dan wal’afiat serta sukses dalam menjalani hidup dan kehidupan.
Anak lahir membawa potensi dan berwujud fisik maupun nonfisik; berupa qalb, akal, emosi, dan bermacam-macam kecerdasan .Dalam perjalanan waktu, setiap potensi yang dibawa oleh belum dewasa akan mengalami dua kemungkinan : tumbuh dan berkembang atau sebaliknya. Diantara tahapan perkembangan, para andal umumnya menyatakan bahwa masa kanak-kanak merupakan masa terpenting dalam rentang kehidupan manusia, masa yang sangat signifikan bagi tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya.
Perkembangan merupakan suatu proses yang progresif, yang terus maju dan tidak mundur, tidak kembali pada perkembangan semula, berkesinambungan, tidak statis, semenjak lahir hingga ia mati. Perkembangan yaitu hasil dari interaksi antara perubahan, pematangan, dan pengalaman (observasi yang intensif atas ketiga anaknya sendiri meyakinkan dirinya bahwa anak yaitu organism aktif yang mencari stimulasi dan menyusun pengalaman mereka sendiri tanpa instruksi atau pemrograman eksklusif dari lingkungan). Perkembangn berarti adanya perubahan dalam banyak sekali aspek (kognitif, sosial, fisik, dan emosi). Secara terperinci karakteristik perkembangan AUD sanggup dilihat sebagai berikut:
Karakteristik Perkembangan Anak Usia 0 – 6 Tahun
Usia 0-1 Tahun
Fisik
Mengendalikan otot mata
Menggunakan seluruh panca inderanya
Mengangkat kepala saat ditengkurapkan
Mengendalikan gerakan kepala dan lengan
Telentang dan tengkurap sendiri
Menggenggam
Mengendalikan leher dan tangan
Duduk
Merangkak
Berdiri
Berjalan
Sosial
Tidak berdaya
Asosial
Makan dibantu orang lain
Memperhatikan dan tersenyum pada wajah yang dikenalnya
Senang diayun
Mengenali ibunya
Mengenali orang yang dikenalnya dan orang asing
Tersenyum dengan tujuan
Mengharapkan diberi makan, dimandikan dan diberi pakaian
Senang bermain ciluk ba
Merespon jikalau dipanggil namanya
Melambaikan tangan
Mengerti kata “tidak!”
Memberi dan mendapatkan sesuatu
Emosional
Secara umum masih suka tegang
Ada senyuman di wajah
Tidak nyaman
Senang di peluk-peluk
Terbangun kelekatan emosional yang khas dengan ibunya
Memprotes jikalau dipisahkan dari ibu
Rasa marah
Rasa cinta
Takut pada orang asing
Muncul rasa ingin tahu
Mengeksplorasi lingkungan
Kognitif
Merupakan tahap “hilang dari pandangan, hilang dari fikiran” (object performance)
Rasa ingin tahu yang sangat terhadap segala sesuatu yang sanggup dilihatnya.
Menangis
Membentuk sepatah kalimat
Mengeluarkan suara-suara untuk mencari perhatian
Tertarik pada gambar-gambar berwarna, musik dan nyanyian
Dapat mengucapkan satu kata, ibarat "mama" dan "dada"
2 Tahun
Fisik
Berjalan dengan baik
Naik turun tangga sendiri
Mandiri untuk toileting
Bisa menggunakan sendok dan garpu
Membalik halaman buku
Menendang bola
Berusaha untuk menggunakan baju sendiri
Membangun menara dari 6 balok
Sosial
Bermain soliter
Bergantung pada petunjuk orang dewasa
Bermain dengan boneka
Bisa menunjuk dirinya jikalau dipanggil namanya
Belum matang secara sosial
Bisa melakukan perintah sederhana
Emosional
Sangat self-centered
Mulai mengerti wacana identitas diri dan kepemilikan
Posesif
Sering berlaku negatif
Sering frustrasi
Belum memilki kemampuan untuk memilih
Menyenangi pelukan, belaian
Tidak simpel berubah
Mulai mandiri
Lebih responsif terhadap humor dan gangguan daripada thdp disiplin dan penjelasan
Kognitif
Mulai berkata-kata
Membuat kalimat sederhana terdiri dari 2 kata
Memiliki kosa kata 272 kata
Memahami pengarahan sederhana
Bisa meng identifikasi gambar sederhana
Senang lihat-lihat buku-buku
Rentang perhatian masih rendah
Memainkan puzzle sederhana
3 Tahun
Fisik
Sudah bisa berlari dengan baik
Melangkah dengan berirama
Bisa berdiri satu kaki
Mengendarai sepeda roda 3
Menirukan gerakan menyilang
Sudah bisa makan sendiri
Mengguna kan kaos kaki dan sepatu
Melepas dan mengancingkan baju
Membangun menara dari 10 balok
Menuang air dari teko
Sosial
Bermain paralel
Menikmati kebersamaan dengan orang lain
Menunggu giliran
Mengenali jenis kelaminnya
Menikmati permainan berkelompok yang tidak memerlukan keterampilan khusus tapi sebentar
Merespon terhadap isyarat yang sifatnya verbal
Emosional
Senang untuk ditenangkan
Bersikap santai
Menanggapi perubahan lebih tenang
Merasa lebih aman
Rasa kepemilikan lebih tinggi
Mulai bahagia menjelajah
Menikmati musik
Kognitif
Menyebutkan kalimat pendek
Memiliki kosa kata 896 kata
Perkembangan komunikasi sangat pesat
Menyampaikan kisah sederhana
Hasil pedoman disampaikan melalui kata-kata
Ingin memahami lingkungan
Menjawab pertanyaan
Berimajinasi
Bisa menyanyikan beberapa lagu anak-anak
4 Tahun
Fisik
Bisa engklek
Menggambar “orang”
Mulai menggunting dengan gunting
Dapat membasuh dan mengeringkan wajah
Bisa menggunakan pakaian sendiri kecuali menalikan pita
Melempar bola
Keinginan bergerak tinggi
Sosial
Bermain kooperatif
Menikmati ditemani anak lain
Senang berlaku sosial
Bisa bermain games sederhana
Talkative
Terampil
Emosional
Yakin terhadap diri
Bertingkah laris agak keluar batas
Seringkali negatif
Kadang-kadang menentang
Suka mengetest diri sendiri
Ingin diberi kebebasan
Kognitif
Sudah bisa menciptakan kalimat secara lengkap terdiri dari 4 kata
Memiliki kosa kata 1540 kata
Terus-terusan bertanya
Belajar untuk menggeneralisasi
Sangat imajinatif
Bermain drama
menggambar obyek yang bisa dikenali
5 Tahun
Fisik
Bisa melompat dan meloncat
Berpakaian sendiri
Memiliki keseimbangan yg baik
Gerakan otot-otot lebih lancar
Mengendarai mobil-mobilan dan skuter
Menuliskan huruf-huruf sederhana
Penggunaan tangan yang mayoritas lebih terlihat
Bisa menalikan sepatu
Kemampuan motorik halus anak wanita berkembang 1 tahun lebih cepat dari anak laki-laki
Sosial
Bermain kooperatif tingkat tinggi
Punya sahabat akrab
Sangat terorganisir
Menikmati permainan meja yang menggunakan hukum giliran
Masuk sekolah
Merasa besar hati dengan apa yang dimilikinya
Bersemangat untuk mengambil suatu tanggungjawab
Emosional
Percaya diri
Stabil
Bisa beradaptasi dengan baik
Senang mengasosiasikan dengan ibu
Kapabel
Punya kritik diri
Menikmati tanggungjawab
Menyukai dan bisa mengikuti hukum main
Kognitif
Memiliki kosa kata 2,072 kata
Bercerita dongeng yang panjang
Menjalankan isyarat dengan baik
Membaca namanya sendiri
Bisa menghitung hingga 10
Menanyakan arti dari kata-kata
Mengenal warna
Mulai mengetahui perbedaan antara fakta dan kebohongan
Tertarik akan lingkungan sekeliling
6 Tahun
Fisik
Berjalan mundur dengan jinjit atau tumit
Lompat tali sebanyak 3 – 10 lompatan berturut-turut
Berlari ke depan sambil menendang bola yang menggelinding
Berjalan diatas titian dengan jinjit atau tumit
Melempar bola dengan perilaku yang benar
Melipat kertas secara diagonal dan merapihkan
Menggunakan pinsil dan penghapus
Menggambar orang dengan lengkap
Menirukan bentuk persegi panjang, segitiga, belah ketupat
Menyusun menara 12 balok
Menggunting bentuk
Sosial
Bermain bersama dengan 1 atau 2 anak selama 20 menit
Bermain 2 atau 3 permainan meja (halma, ular tangga dll)
Bermain permainan dengan hukum yg sederhana
Bekerja dalam kelompok kecil sedikitnya selama 20 menit
Membual/membesar-besarkan cerita, bahagia humor
Dapat melihat perbedaan antara sekolah dan rumah
Mungkin akan menggunakan kalimat: "Bu guru bilangnya ………."
Dapat bermain sendiri dengan mainannya
Mungkin menirukan karakter di TV
Membentuk persahabatan dengan 1 atau 2 sahabat sebaya
Emosional
Menjadi frustasi jikalau gagal dan tidak mau minta dukungan orang lain
Ingin mengerjakan sesuatu sendiri
Mulai memban-dingkan prestasinya dengan orang lain
Sangat menginginkan apa yang dimiliki orang lain
Menanggapi dengan bahagia hati apa yg terjadi disekelilingnya dan memperhatikan detil-detil kecil, mahluk hidup, dan fenomena alam
Kognitif
Memiliki kosa kata lebih dari 3.000 kata
Biasanya menikmati tugas-tugas yg berkaitan dengan angka
Belajar lebih banyak mengenai lantaran jawaban dan menikmati bereksperimen
Perkembangan dan pertumbuhan merupakan satu proses dalam kehidupan insan yang berlangsung secara terus-menerus semenjak masa konsepsi hingga selesai hayat. Perkembangan juga diartikan sebagai perubahan-perubahan yang dialami oleh seorang individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangan yang berlangsung secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan baik itu menyangkut aspek fisik maupun psikis.
Sistematis, berarti perubahan dalam perkembangan itu bersifat saling ketergantungan atau saling menghipnotis antara bagian-bagian organisme. Progresif, berarti perubahan yang terjadi bersifat maju, meningkat dan mendalam (meluas) baik secara kuantitatif (fisik) maupun kualitatif (psikis). Berkesinambungan, berarti perubahan pada serpihan atau fungsi organisme itu berlangsung secara sedikit demi sedikit dan berurutan.
Perkembangan mempunyai prinsip-prinsip sebagai berikut:
Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti.
Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi.
Perkembangan mengikuti contoh atau arah tertentu.
Perkembangan terjadi pada daerah yang berlainan.
Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas.
Setiap individu yang normal akan mengalami tahapan/fase perkembangan.
Fase perkembangan sanggup diartikan sebagai penahapan atau pembabakan rentang perjalanan kehidupan individu yang diwarnai ciri-ciri khusus atau pola-pola tingkah laris tertentu. Para hebat mengemukakan pendapat yang berbeda wacana pembabakan atau periodisasi perkembangan ini. Pendapat-pendapat tersebut secara garis besar sanggup digolongkan menjadi tiga, yaitu berdasarkan analisis biologis, didaktis, dan psikologis.
Karakteristik Perkembangan Anak Taman Kanak-kanak
Perkembangan anak usia Taman Kanak-kanak yang terentang antara usia empat hingga dengan enam tahun merupakan serpihan dari perkembangan insan secara keseluruhan. Perkembangan pada usia ini meliputi perkembangan fisik dan motorik, kognitif, sosial emosional, serta bahasa.
Ketika anak mencapai tahapan usia Taman Kanak-kanak (3 hingga 6 tahun), terdapat ciri yang sangat berbeda dengan usia bayi. Perbedaannya terletak pada penampilan, proporsi tubuh, berat dan panjang badan, serta keterampilan yang mereka miliki.
Dilihat dari tahapan berdasarkan Piaget, anak usia Taman Kanak-kanak berada pada tahapan praoperasional, yaitu tahapan di mana anak belum menguasai operasi mental secara logis. Periode ini ditandai dengan berkembangnya kemampuan memakai sesuatu untuk mewakili sesuatu yang lain dengan memakai simbol-simbol. Melalui kemampuan tersebut anak bisa berimajinasi atau berfantasi wacana banyak sekali hal.
Perkembangan emosi bekerjasama dengan seluruh aspek perkembangan anak. Pada tahap ini emosi anak usia prasekolah lebih rinci atau terdiferensiasi, anak cenderung mengekspresikan emosi dengan bebas dan terbuka. Sikap murka sering mereka perlihatkan dan sering berebut perhatian guru.
Perkembangan sosial ialah perkembangan sikap anak dalam beradaptasi dengan aturan-aturan masyarakat dimana anak itu berada. Perkembangan sosial anak merupakan hasil belajar, bukan hanya sekedar hasil dari kematangan. Perkembangan sosial diperoleh anak melalui kematangan dan kesempatan mencar ilmu dari banyak sekali respons terhadap dirinya. Bagi anak prasekolah, kegiatan bermain mengakibatkan fungsi sosial anak semakin berkembang.
Anak prasekolah biasanya telah bisa membuatkan keterampilan bicara melalui percakapan yang sanggup memikat orang lain. Mereka sanggup memakai bahasa dengan banyak sekali cara menyerupai bertanya, berdialog, dan menyanyi. Sejak usia dua tahun anak sangat berminat untuk menyebut nama benda. Minat tersebut terus berlangsung sehingga sanggup menambah perbendaharaan kata.
Prinsip-prinsip Perkembangan Anak
Penyelenggaraan pendidikan Taman Kanak-kanak menuntut pendidik yang mempunyai kemampuan profesional, sosial dan pribadi yang baik. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh pendidik atau guru Taman Kanak-kanak ialah memahami perkembangan anak. Pemahaman wacana karakteristik perkembangan anak menunjukkan bantuan terhadap pendidik untuk merancang kegiatan, menata lingkungan belajar, mengimplementasikan pembelajaran serta mengevaluasi perkembangan dan mencar ilmu anak.
Prinsip-prinsip perkembangan anak meliputi: (1) anak berkembang secara holistik, (2) perkembangan terjadi dalam urutan yang teratur, (3) perkembangan anak berlangsung pada tingkat yang bermacam-macam di dalam dan di antara anak, (4) perkembangan gres didasarkan pada perkembangan sebelumnya, (5) perkembangan mempunyai imbas yang bersifat kumulatif.
Prinsip-prinsip perkembangan anak tersebut menunjukkan implikasi bagi pendidik dalam menentukan tujuan, menentukan materi ajar, menentukan strategi, menentukan dan memakai media, serta mengevaluasi perkembangan dan mendukung mencar ilmu anak secara optimal.
Dasar Pemikiran dan Pengertian Pembelajaran yang Berorientasi Perkembangan. Ada beberapa hal yang mendasari munculnya praktik pembelajaran yang berorientasi perkembangan, antara lain meningkatnya praktik pembelajaran yang bersifat formal di lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini, kuatnya tuntutan dan tekanan orang renta dan masyarakat terhadap pengajaran yang lebih bersifat akademik, kesalahpahaman masyarakat wacana konsep pendidikan anak usia dini. Pembelajaran yang berorientasi perkembangan mengacu pada tiga hal penting, yaitu (1) berorientasi pada usia, (2) berorientasi pada anak secara individual, dan (3) berorientasi pada konteks sosial budaya anak.
Praktek pembelajaran yang berorientasi perkembangan menekankan pada hal-hal sebagai berikut:
anak secara holistik
program pendidikan yang bersifat individual,
pentingnya kegiatan yang diprakarsai anak,
leksibel, lingkungan kelas menstimulasi anak,
pentingnya bermain sebagai wahana belajar,
kurikulum terpadu,
belajar melalui bekerja,
memberikan pilihan kepada anak wacana apa dan bagaimana caranya belajar,
penilaian bersifat kontinu, dan
bermitra dengan orang renta untuk mendukung perkembangan dan mencar ilmu anak.
Pembelajaran yang Berorientasi Perkembangan Untuk Anak Usia Taman Kanak-kanak Prinisp-prinsip pembelajaran yang berorientasi perkembangan sanggup diidentifikasi dari beberapa dimensi, sebagai berikut.
Menciptakan iklim yang positif dan aman untuk belajar.
Membantu keeratan kelompok dan memenuhi kebutuhan individu.
Lingkungan dan aktivitas hendaknya memberi kesempatan kepada anak untuk berpartisipasi aktif, mengambil inisiatif, melaksanakan eksplorasi terhadap objek dan lingkungannya.
Pengalaman mencar ilmu hendaknya dirancang secara nyata dan memberi kesempatan kepada anak untuk menentukan kegiatannya sendiri.
Mendorong bawah umur untuk membuatkan keterampilan berkomunikasi dan berbahasa secara menyeluruh yang meliputi kemampuan berbicara, mendengarkan, membaca dan menulis dini.
Strategi pembelajaran dirancang biar anak sanggup berinteraksi dengan anak lainnya secara individual dan dalam kelompok kecil.
Motivasi dan bimbingan diberikan biar anak mengenal lingkungannya, membuatkan keterampilan sosial, pengendalian dan disiplin diri.
Kurikulum diorganisasikan secara terpadu untuk membuatkan seluruh aspek perkembangan anak yang meliputi aspek fisik motorik, sosial emosi, kognitif, bahasa, dan seni.
Penilaian terhadap anak dilakukan secara kontinu, melalui observasi.
Mencatat dan mendokumentasikan hal-hal yang telah dilakukan anak dan cara melaksanakan kegiatan tersebut.
Sahabat kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah SWT... Dulu sebelum daerah tinggal saya bersahabat dengan masjid, mengumandangkan adzan itu merupakan hal yang jarang sekali saya lakukan baik di masjid maupun di mushola. Namun sesudah tinggal di rumah yang berdekatan dengan masjid, alhamdulillah lebih sering mengumandangkan adzan apabila sesudah waktu sholat datang ternyata belum ada yang mengumandangkan adzan di masjid bersahabat rumah saya.
Oleh sebab itu, bagi saudaraku yang tinggalnya bersahabat dengan masjid atau mushola jangan segan untuk mengumandangkan adzan di sana, jangan biarkan rumah Allah tidak dikumandangkan adzan di setiap sholat fardhu 5 (lima) waktunya, termasuk dikala kita berada di masjid maupun mushola di manapun kita berada, baik sedang di perjalanan maupun sedang berada di kampung orang lain dengan watak yang baik dan tunggu kalau dipersilahkan oleh warga setempat. Ikhlaskan semua itu hanya untuk mengharap ridlo dari Allah SWT dan selalu berusaha dan senantiasa berdo’a biar dijauhi dari sifat riya’ daripada setiap ibadah yang kita lakukan.
Pengertian adzan sendiri yaitu permintaan / panggilan untuk mengajak orang melaksanakan shalat. Dan Mu’adzin yaitu orang yang mengumandangkan atau menyerukan adzan. Adapun keutamaan-keutamaan dari adzan yaitu luar biasa kebaikannya, meskipun disuarakan oleh manusia, pada hakikatnya adzan yaitu panggilan Allah kepada segenap hamba-Nya untuk menunaikan shalat.
Berikut ini 10 keutamaan adzan menurut hadits-hadits shahih (minimal hasan):
1. Pahala adzan sangat besar
Pahala adzan sangat besar. Begitu besarnya pahala adzan hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengisyaratkan, kalau orang-orang mengetahui pahalanya, mereka pasti berebut untuk adzan meskiun dengan cara diundi.
“Seandainya orang-orang mengetahui pahala yang terkandung pada adzan dan shaf pertama, kemudian mereka mustahil mendapatkannya kecuali dengan cara mengadakan undian atasnya, pasti mereka akan melaksanakan undian” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Makhluk dan benda yang mendengar adzan akan menjadi saksi bagi muadzin
Seluruh makhluk yang mendengar adzan seorang muadzin, mereka akan menjadi saksi baginya di hari selesai zaman kelak.
“Tidaklah adzan didengar oleh jin, manusia, watu dan pohon kecuali mereka akan bersaksi untuknya” (HR. Abu Ya’la)
“Tidaklah bunyi adzan didengar oleh pohon, lumpur, baru, jin dan manusia, kecuali mereka akan bersaksi untuknya” (HR. Ibnu Khuzaimah)
3. Muadzin akan mendapat ampunan Allah
Di antara keutamaan adzan yang istimewa adalah, para muadzin akan mendapat ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Benda-benda yang mendengar adzan –tanpa kita sadari- memohonkan ampunan Allah untuk muadzin.
“Muadzin diampuni sejauh jangkauan adzannya. Seluruh benda yang lembap maupun yang kering yang mendengar adzannya memohonkan ampunan untuknya” (HR. Ahmad)
4. Orang yang adzan mendapat pahala menyerupai orang yang shalat bersamanya
Jika seorang muadzin mengumandangkan di masjid atau mushola, kemudian orang berduyun-duyun menunaikan shalat jamaah sebab mendengar adzan tersebut, maka muadzin mendapat keutamaan ahala menyerupai pahala orang-orang yang shalat bersamanya tersebut.
“Muadzin mendapat pahala menyerupai pahala orang yang shalat bersamanya” (HR. An Nasa’i)
5. Muadzin menjadi orang yang dipercaya Allah
“Imam yaitu penjamin dan muadzin yaitu orang yang dipercaya. Ya Allah, luruskanlah para imam dan ampunilah muadzin” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
6. Muadzin didoakan Rasulullah
Seperti hadits di atas, Rasulullah mendoakan muadzin, memintakan ampunan Allah baginya. Doa Rasulullah pastilah maqbul. Dan bukan hanya di hadits itu dia mendoakan muadzin. Di hadits lain dia juga mendoakan dan memintakan ampunan.
“Semoga Allah meluruskan para imam dan mengampuni para muadzin” (HR. Ibnu Hibban)
7. Adzan menciptakan syetan takut dan lari terkentut-kentut
“Apabila adzan untuk shalat dikumandangkan, setan melarikan diri terkentut-kentut hingga tidak mendengar adzan” (HR. Bukhari dan Muslim)
8. Leher muadzin akan dipanjangkan di hari kiamat
Para muadzin akan dimuliakan Allah di hari kiamat, di antaranya dengan dipanjangkan lehernya.
“Para muadzin yaitu orang yang berleher panjang pada hari kiamat” (HR. Muslim)
9. Orang yang adzan dibanggakan Allah di hadapan malaikat-Nya
“Tuhanmu takjub kepada seorang penggembala domba di puncak bukit gunung, dia mengumandangkan adzan untuk shalat kemudian dia shalat. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah hambaKu ini, dia mengumandangkan adzan dan beriqamat untuk shalat, dia takut kepadaKu. Aku telah mengampuni hambaKu dan memasukkannya ke dalam surga” (HR. Abu Dawud dan An Nasa’i)
10. Para muadzin akan dimasukkan ke dalam surga
Inilah puncak dari keutamaan adzan. Orang yang adzan akan dimasukkan Allah ke dalam surga-Nya sebagaimana hadits di atas dan hadits di bawah ini:
Dari Abu Hurairah,
“Kami pernah bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, kemudian Bilal bangun mengumandangkan adzan. Ketika selesai, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa mengucapkan menyerupai ini dengan yakin, pasti dia masuk surga’.” (HR. An Nasa’i)
Semoga 10 keutamaan adzan dan muadzin ini menyemangati kita untuk bersemangat dan tidak aib kalau mempunyai kesempatan adzan atau menjadi muadzin.
Maraji’: Shahih At Targhib wa At Tarhib, Kitab Fadha’il A’mal, Maktabah Syamilah. Referensi artikel : http://bersamadakwah.net -[Muchlisin BK/Bersamadakwah]
Ibadah haji termasuk rukun islam yang kelima, dimana banyak ummat islam berkeinginan untuk menunaikannya lantaran memang tak semua orang bisa melaksanakannya. Kewajiban naik haji tidak mutlak untuk setiap muslim, tapi hanya bagi mereka yang bisa saja (man istatha'a ilaihi sabila).
Bagi mereka yang berekonomi cukup tentu merupakan hal gampang untuk ongkos naik haji, namun bagi warga tak bisa atau yang hidup dibawah kesederhanaan tak semuadah membalikkan telapak tangan. Bahkan sebagian dari mereka rela mengorbankan harta yang termasuk aset masa depan ibarat dengan menjual tanah miliknya, hanya untuk menunaikan ibadah haji.
Lalu bagaimana pandangan fiqih ihwal orang naik haji dengan menjual tanah? Yuk kita intip pendapat para ulama berikut ini.
Haji yaitu ibadah mulia pada waktu dan kawasan mulia. Ia yaitu ibadah yang dilakukan dengan tenaga dan harta. Oleh lantaran kemuliaan itu jamaah haji merupakan tamu Allah SWT.
Karena memerlukan fisik yang memadai dan cukup ongkos, kemampuan fisik dan finansial menjadi syarat wajib haji. Kemampuan fisik dan kecukupan ongkos inilah merupakan penunjang seseorang dalam ibadah haji sebagai keterangan Al-Mawardi berikut:
Artinya, “Ketujuh, seseorang mempunyai kemampuan harta dan fisik dikala berangkat dan pulangnya. Tetapi orang yang tidak mempunyai biaya nafkah untuk keluarga dikala ia berhaji tidak ada kewajiban haji padanya sesuai hadits riwayat Abdullah bin Amr bin Ash. Ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Seseorang cukup dianggap berdosa lantaran menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.’ Kedudukan ada pada keluarga. Menafkahi keluarga lebih utama daripada haji,”
Referensi: Abul Hasan Al-Mawardi, Al-Hawi Al-Kabir, [Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyah, 1994 M/1414 H], cetakan pertama, juz IV, halaman 13
Dari keterangan Al-Mawardi terperinci bahwa selain kemampuan biaya untuk keperluannya mulai dari berangkat hingga pulang, seseorang juga dituntut untuk meninggalkan biaya hidup untuk orang rumahnya selama ditinggal ibadah haji. Seseorang dilarang berangkat haji tanpa menutupi keperluan nafkah orang rumah sebagai keterangan Al-Bujairimi berikut ini:
Artinya, “Redaksi (selama pergi dan pulangnya) lantaran bila tidak ada kelebihan harta, maka ia menyia-nyiakan mereka (keluarga) sehingga ia dilarang menempuh perjalanan itu tanpa menyerahkan nafkah itu untuk mereka. Rasulullah SAW bersabda, ‘Seseorang cukup dianggap berdosa lantaran menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya,’”
Referensi: Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Bujairimi alal Khathib, [Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyah, 1996 M/1417 H], cetakan pertama, juz III, halaman 188
Nafkah untuk orang rumah bukan hanya biaya makan. Nafkah untuk orang rumah juga meliputi kebutuhan sandang dan juga kebutuhan pengobatan bila diperlukan. Orang yang tidak bisa menutupi kebutuhan nafkah orang rumahnya haram untuk mengadakan perjalanan haji. Syekh Sulaiman Jamal mengangkat perkara ini sebagai berikut:
Artinya, “Syaubari, redaksi (juga dari ongkos keluarganya) maksudnya juga pakaian mereka… Termasuk ongkos itu yaitu biaya kebutuhan yang menjaga wibawa orang tuanya (dari meminta-minta), ongkos dokter, biaya obat, dan biaya sejenisnya bila diharapkan supaya mereka tidak sia-sia. Rasulullah SAW bersabda, ‘Seseorang cukup dianggap berdosa lantaran menyia-nyiakan keluarganya.’ Orang yang tidak bisa menanggung ongkos itu haram untuk berhaji,”
Referensi: Syekh Sulaiman Jamal, Hasyiyatul Jamal alal Manhaj, [Beirut: Daru Ihayait Turats Al-Arabi, tanpa catatan tahun], juz II, halaman 381
Indonesia dan Arab bukan jarak yang dekat. Ongkos yang dibutuhkan untuk menempuh keduanya tidak sedikit. Untuk menutupinya, seseorang bergerak dalam bidang perjuangan harus memasukkan laba usahanya ke dalam ongkos haji yang diperlukan. Tetapi tidak ada kewajiban bagi seseorang untuk memaksakan diri menjual perkakas profesinya atau ternak penarik bajak sawahnya sebagai keterangan berikut ini:
ويلزم صرف مال تجارته إلى الزاد والراحلة وما يتعلق بهما ولا يلزمه بيع آلة محترف ولا كتب فقيه ولا بهائم زرع أو نحو ذلك
Artinya, “(Ia) harus menyerahkan harta perjuangan ke dalam biaya bekal, ongkos kendaraan, dan yang terkait keduanya. Tetapi ia tidak mesti menjual alat-alat kerja, buku-buku fiqih, ternak untuk bajak sawah, atau seumpama itu,”
Referensi: Syekh Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyah, 2002 M /1422 H], cetakan pertama, halaman 198
Penjelasan Syekh Nawawi Banten ini mempertegas bahwa orang yang tidak bisa tidak perlu memaksakan diri untuk berangkat haji. Pasalnya, ongkos haji itu merupakan akumulasi dari aset kebutuhan pokok primer sandang, pangan, papan. Orang yang tidak bisa sebaiknya mengutamakan kebutuhan nafkah keluarganya sebagai keterangan Abdullah Al-Mushali Al-Hanafi berikut ini:
وأما كونه فاضلا عن الحوائج الأصلية فلأنها مقدمة على حقوق الله تعالى، وكذا عن نفقة عياله لأنها مستحقة لهم، وحقوقهم مقدمة على حقوق الله تعالى لفقرهم وغناه
Artinya, “Adapun kondisinya lebih dari kebutuhan pokok lantaran kebutuhan itu didahulukan daripada hak-hak Allah. Demikian juga nafkah keluarga lantaran itu yaitu hak mereka. Hak mereka harus diutamakan dibanding hak Allah lantaran kefakiran mereka dan kecukupan Allah,”
Referensi: Abdullah Al-Mushali Al-Hanafi, Al-Ikhtiyar li Ta’lilil Mukhtar, [Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyah, tanpa catatan tahun], juz I, halaman 140
Kalau asumsinya memaksakan diri, keterangan di atas terperinci menegaskan larangan untuk berangkat haji. Tetapi Syekh Ibnu Nujaim Al-Hanafi merinci perkara status ‘mampu haji’ dan mana aset yang bisa dijual untuk digunakan sebagai ongkos haji yang tidak kecil bagi jemaah haji Indonesia sebagai berikut:
Artinya, “Dalam redaksi (sesuatu yang tidak ada jalan daripadanya) terkandung instruksi bahwa rumah yaitu sesuatu yang niscaya diharapkan untuk kawasan tinggal. Tidak ada status ‘mampu haji’ alasannya rumah yang ditempati, budak yang digunakan tenaganya, harta benda yang diperlukannya. Seseorang menyandang status ‘mampu haji’ lantaran mempunyai rumah yang tidak ditempati dan budak yang tidak digunakan tenaganya. Ia boleh menjualnya kemudian berhaji. Lain halnya bila rumah yang ditempatinya besar, lebih dari cukup, sehingga memungkinkan baginya untuk menjualnya kemudian merasa cukup dengan sebagian hasil penjualannya kemudian berhaji dengan kelebihannya, maka ia tidak wajib menjualnya. Sama halnya ia tidak wajib menjual rumahnya dan merasa cukup memenuhi kebutuhan tinggalnya dengan mengontrak atau sewa dari orang lain sesuai setuju ulama. Tetapi bila seseorang menjual rumahnya dan membeli rumah lagi sesuai kebutuhan papannya kemudian berhaji dengan sisa penjualan tentu itu lebih utama. Pasalnya, semua harta itu sedang digunakan untuk kebutuhan primer ibarat instruksi dalam Al-Khulashah. Dalam redaksi (sesuatu yang tidak ada jalan daripadanya) terkandung instruksi bahwa ia harus mempunyai sisa harta sebesar modal sepulang haji bila ia seorang pengusaha. Demikian halnya dengan pedagang dan petani. Sedangkan orang yang berprofesi sebagai pengrajin tidak disyaratkan mempunyai kelebihan harta untuk disebut ‘mampu’ sebagai disebut dalam Al-Khulashah. Sementara jumlah modal perjuangan tentu berbeda sesuai dengan keragaman kondisi tiap-tiap orang,”
Referensi: Syekh Zainuddin Ibnu Nujaim Al-Hanafi, Al-Bahrur Ra’iq, tanpa catatan tahun, juz II, halaman 337
Dari pelbagai keterangan di atas perkara penjualan tanah tidak bisa dianggap secara otomatis sebagai upaya memaksakan diri. Tetapi penjualan tanah atau rumah bisa juga termasuk upaya memaksakan diri untuk menutupi kebutuhan ongkos naik haji yang tidak murah. Singkat kata, kita tidak menyimpulkan secara hitam dan putih mengenai perkara ini.
Dari banyak sekali keterangan di atas, kita sanggup menarik sebuah anutan bahwa ongkos naik haji yaitu biaya di luar kebutuhan nafkah orang di rumah. Artinya, ongkos naik haji bukan biaya hasil pengurangan nafkah orang rumah.
Persoalan nafkah juga bukan sekadar problem makan dan pakaian. Nafkah juga di masa kini ini juga menjadi perkara kompleks seiring kompleksitas masyarakat. Nafkah kini ini juga meliputi pendidikan formal atau pelatihan-pelatihan untuk membuatkan skil ibarat keterangan Syekh Sulaiman Jamal di atas. Pasalnya, tantangan masa kini berbeda dengan kurun dulu. Jangan hingga memaksakan diri berangkat haji tanpa menyandang status “mampu” kemudian mengabaikan keluarga. Hal ini disinggung oleh Surat An-Nisa ayat 9:
Artinya, “Hendaklah takut orang-orang yang sekiranya meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang khawatir atasnya. Karenanya, takutlah kepada Allah. Hendaklah mereka berkata dengan ucapan yang benar,”
Referensi: An-Nisa ayat 9
Berikut ini kami kutip keterangan singkat perihal Surat An-Nisa ayat 9 dari Tafsir Jalalain:
Artinya, “(Hendaklah mereka berkata) kepada orang yang bersahabat dengan janjkematian (dengan ucapan yang benar) sempurna dengan mengingatkannya supaya berzakat kurang dari sepertiga hartanya dan meninggalkan sisanya untuk hebat warisnya serta tidak meninggalkan mereka dalam keadaan fakir yang meminta-minta,”
Alhamdulillah jumlah jemaah haji Indonesia sekurangnya pada 15 tahun terakhir selalu tinggi bahkan terjadi antrean panjang pada daftar tunggu hingga sekian tahun ke depan. Semoga jemaah haji Indonesia termasuk mereka yang menyandang status “mampu” dan tidak mengabaikan kebutuhan nafkah keluarga.
Demikian dari kami, semoga bisa menjadi rujukan untuk menambah wawasan kita semua. Amin...