Showing posts sorted by relevance for query strategi-dan-prinsip-belajar-anak-ra-tk. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query strategi-dan-prinsip-belajar-anak-ra-tk. Sort by date Show all posts

Thursday, 12 September 2019

Jadi Pintar Taktik Dan Prinsip Berguru Anak Ra Tk Paud


Belajar yakni proses perubahan sikap menurut pengalaman dan latihan.Bermain sebagai salah satu cara berguru anak mempunyai ciri-ciri simbolik, bermakna, aktif, menyenangkan, suka rela, ditentukan oleh aturan, dan episodik.

Lingkungan yang diciptakan secara aman akan mengundang anak untuk berguru secara alamiah tanpa paksaan sehingga apa yang dipelajari anak dari lingkungannya yakni hal-hal yang benar-benar bermakna, fungsional, menarik dan bersifat menyeluruh. Prinsip-prinsip berguru merupakan suatu ketentuan yang harus dilakukan anak dikala ia belajar, yaitu :

  1. Anak yakni pebelajar aktif. Ketika bergerak anak mencari stimulasi yang sanggup meningkatkan kesempatan untuk belajar. Anak memakai seluruh tubuhnya sebagai alat untuk belajar. Anak secara energik mencari cara untuk menghasilkan potensi maksimum.
  2. Belajar anak dipengaruhi kematangan. Guru harus memahami bagaimana kematangan anak sanggup dicapai dan apa yang perlu dilakukan untuk memfasilitasi matangan tersebut.
  3. Belajar anak dipengaruhi oleh lingkungan. Tidak hanya lingkungan fisik tetapi juga lingkungan belajar.
  4. Anak berguru melalui kombinasi lingkungan fisik, sosial dan refleksi. Tugas guru bagaimana menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak memperoleh pengalaman fisik, sosial dan bisa merefleksikannya.
  5. Anak berguru dengan gaya yang berbeda. Ada yang tipe visual, tipe auditif dan tipe kinestetik.
  6. Anak berguru melalui bermain. Melalui bermain anak sanggup memahami membuat memanipulasi simbol-simbol dan mentransformasi objek-objek tersebut

Variabel Strategi Pembelajaran


  1. Tujuan; Karakteristik tujuan perlu dipertimbangkan dalam menentukan dan memakai seni administrasi pembelajran, apakah berkaitan dengan, pengembangan kognitif, bahasa, sosial emosi, fisik, moral agama, motorik.
  2. Tema; tema pembelajaran di TK, mencakup 20 tema, masing-masing tema mempunyai karakteristik tersendiri. Dalam menentukan dan memakai seni administrasi pembelajaran karakteristik tema merupakan salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan.
  3. Kegiatan; Kegiatan perlu pula dipertimbangakan sebab berguru di Taman Kanak-kanak tidak hanya dilaksanakan di dalam kelas tetapi juga ada kegiatan berguru di luar kelas.
  4. Anak; Anak perlu dipertimbangkan, sebab anak memilki karakteristik dalam perkembangan dan belajarnya anak itu unik dan memilki potensi untuk belajar.
  5. Media dan Sumber belajar. Media dan sumber berguru yang dipilih harus sanggup mendukung terlaksananya proses berguru yang efektif dan relevan dengan seni administrasi pembelajaran yang dipilih guru.
  6. Guru; guru merupakan faktor penentu dalam keberhasilan berguru anak. Kepiawaian guru dalam menentukan dan memakai seni administrasi pembelajaran merupakan faktor yang sangat besar lengan berkuasa terhadap keberhasilan berguru anak.

Pengertian dan Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran


  1. Strategi pembelajaran yakni contoh umum perbuatan guru dan murid dalam mewujudkan kegiatan berguru mengajar.
  2. Strategi pembelajaran yakni segala perjuangan guru untuk menerapkan banyak sekali metode pembelajaran dalam mencapai tujuan yang diharapkan.
  3. Dengan demikian seni administrasi pembelajaran menekankan kepada bagaimana acara guru mengajar dan acara anak belajar.

Terdapat beberapa kriteria yang harus menjadi pertimbangan guru dalam menentukan seni administrasi pembelajaran, yaitu:

  1. karakteristik tujuan pembelajaran apakah untuk pengembangan aspek kognitif, aspek afektif atau psikomotor. Atau apakah pembelajaran itu bertujuan untuk menyebarkan domain fisik-motorik, kognitif, sosial emosi, bahasa, dan estetika;
  2. karakteristik anak sebagai penerima didik baik usianya maupun kemampuannya;
  3. karakteristik daerah yang akan dipakai untuk kegiatan pembelajaran apakah di luar atau di dalam ruangan;
  4. karakteristik tema atau materi didik yang akan disajikan kepada anak; dan
  5. karakteristik contoh kegiatan yang akan dipakai apakah melalui pengarahan langsung, semi kreatif atau kreatif.

Semua kriteria ini menawarkan implikasi bagi guru untuk menentukan stratgei pembelajaran yang paling sempurna dipakai di Taman Kanak-kanak /RA

Karakteristik Cara Belajar Anak


Anak berguru dengan cara yang berbeda dengan orang dewasa. Beberapa karakteristik cara berguru anak itu antara lain :

  1. anak belajar melalui bermain;
  2. anak berguru dengan cara membangun pengetahuannya;
  3. anak berguru secara alamiah, dan
  4. anak berguru paling baik kalau yang dipelajarinya menyeluruh, bermakna, menarik, dan fungsional.

Sunday, 11 August 2019

Jadi Akil Kumpulan File Lengkap Aplikasi, Perangkat Metode Belajar, Bop Paud Tk Ra


Sebelumnya sudah dibagikan kumpulan aplikasi sekolah Gratis, kali ini juga akan membagikan Kumpulan File Lengkap Aplikasi, Perangkat Metode Belajar, BOP PAUD Taman Kanak-kanak RA kepada sahabat semua. Saya kumpulkan dalam satu artikel banyak sekali aplikasi, metode dan perangkat berguru dan pembelajaran anak usia dini, kurikulum PAUD, Taman Kanak-kanak dan RA.

Semuanya mencakup; macam-macam metode dan seni administrasi pembelajaran anak usia dini, teknik pembelajarn PAUD, aplikasi data siswa, penyusunan kurikulum, RPPM/RPPH, promes prota, SPJ BOP, dan masih banyak lagi.

Download File Lengkap Aplikasi, Perangkat dan Metode Belajar, BOP PAUD Taman Kanak-kanak RA


Selengkapnya dapat anda download pada link berikut ini:

Program Mingguan dan Harian RPPM RPPH PAUD Taman Kanak-kanak RA Kurikulum 2013
Contoh Standar Operasional Prosedur K13 SOP PAUD RA TK
Fungsi Prinsip Penataan Lingkungan Belajar PAUD Taman Kanak-kanak RA
Karakteristik Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini
Pedoman Penyusunan Rencana Pembelajaran PAUD Kurikulum 2013
Panduan Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini
Standar Operasional Prosedur Terbaru PAUD Kurikulum 2013
Pedoman Pengelolaan Kelas PAUD Taman Kanak-kanak dan RA Kurikulum 2013
Contoh Struktur Kurikulum 2013 Untuk PAUD Taman Kanak-kanak RA
Rambu Penyusunan Pelaksanaan Pembelajaran PAUD
Pedoman Pembelajaran PAUD K13 Dengan Pendekatan Saintifik
Pentingnya Pendekatan Saintifik Sejak Anak Usia Dini
Pedoman Dasar Operasional Penyusunan KTSP PAUD
Prinsip Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini
Prinsip Penyusunan KTSP PAUD Taman Kanak-kanak dan RA
Karakteristik Cara Belajar Anak Usia Dini
Contoh Program Semester dan Program Tahunan Kurikulum 2013 PAUD
Pedoman Pengembangan Tema Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini
Contoh Perangkat Belajar Taman Kanak-kanak RA PAUD Kurikulum 2013
Aplikasi Buku Induk Siswa PAUD Taman Kanak-kanak RA Format Excel
Contoh Program Rencana Kerja PAUD
Lampiran Juknis Bantuan APE PAUD
Lampiran Juknis BOP PAUD Format Word Excel
Contoh Anggaran Dasar RA Taman Kanak-kanak PAUD
Contoh Standar Kompetensi Lulusan RA
Model dan Contoh RKM RKH RA TK
Model dan Contoh Penilaian KTSP RA TK
Pembelajaran RA Taman Kanak-kanak PAUD Melalui Bermain Bercerita Bernyanyi
Jenis Strategi Pembelajaran RA Taman Kanak-kanak PAUD
Strategi dan Prinsip Belajar Anak RA Taman Kanak-kanak PAUD
Contoh SKL SK-KD RA Taman Kanak-kanak PAUD
File Berkas Laporan SPJ BOP RA Format Word Excel
Petunjuk Teknis BOP RA Terbaru
Panduan Guru RA dan TK
Instrumen Akreditasi RA dan MI
Visi Misi dan Pengembangan Kurikulum RA
File Raport RA atau TK
Buku Pedoman Guru dan Siswa RA
Contoh Dokumen Kurikulum RA, TK, PAUD
Komponen Kurikulum Tingkat RA dan TK

Demikian artikel membuatkan dari perihal Kumpulan File Lengkap Aplikasi, Perangkat Metode Belajar, BOP PAUD Taman Kanak-kanak RA. Untuk selengkapnya dapat anda kunjungi halaman ini.

Semoga dapat membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...

Thursday, 12 September 2019

Jadi Arif Jenis Taktik Pembelajaran Ra Tk Paud


Jenis Strategi Pembelajaran Umum dan Khusus RA Taman Kanak-kanak PAUD. Ada beberapa jenis seni administrasi pembelajaran umum yang sanggup dipakai di Taman Kanak-kanak. Strategi pembelajaran tersebut pada umumnya lebih menekankan pada acara anak dalam belajar, namun, tidak berarti peranan guru pasif.

Guru harus berperan sebagai fasilitator yang sanggup menunjukkan fasilitas dan kelancaran kepada anak dalam proses belajar. Jenis-jenis seni administrasi pembelajaran umum tersebut adalah:

  1. meningkatkan keterlibatan indra,
  2. mempersiapkan kode lingkungan,
  3. analisis tugas
  4. scaffolding,
  5. praktik terbimbing
  6. undangan / ajakan,
  7. efleksi tingkah laris / tindakan,
  8. efleksi kata-kata,
  9. contoh atau modelling,
  10. penghargaan efektif),
  11. menceritakan/menjelaskan/menginformasikan,
  12.  do-it-signal,
  13. tantangan,
  14. pertanyaan, dan
  15. kesenyapan.

Strategi-strategi pembelajaran tersebut sanggup digabungkan dalam keseluruhan proses pembelajaran, sehingga tercipta kegiatan mencar ilmu yang lebih bervariasi.

1. Strategi Pembelajaran Khusus di Taman Kanak-kanak


Terdapat beberapa jenis seni administrasi pembelajaran khusus yang sanggup diterapkan di Taman Kanak-kanak. Penerapan seni administrasi pembelajaran khusus tersebut pada prinsipnya sama dengan penerapan seni administrasi pembelajaran umum, yaitu harus mempertimbangkan karakteristik tujuan, karakteristik anak dan cara belajarnya, karakteristik daerah yang akan digunakan, dan pola kegiatan.

Jenis seni administrasi pembelajaran khusus tersebut adalah


  1. kegiatan eksploratori,
  2. Penemuan Terbimbing,
  3. Pemecahan Masalah,
  4. Diskusi,
  5. Belajar Kooperatif,
  6. Demonstrasi, dan
  7. Pengajaran Langsung.

Di samping seni administrasi pembelajaran di atas, guru Taman Kanak-kanak dituntut untuk sanggup memakai seni administrasi pembelajaran lainnya sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik.

2. Rasional Pembelajaran yang Berpusat pada Anak


Anak pada hakikatnya mempunyai potensi untuk aktif dan berkembang. Pembelajaran yang berpusat pada anak banyak diwarnai paham konstruktivis yang dimotori Piaget dan Vigotsky.
Anak yakni pembangun aktif pengetahuannya sendiri. Mereka membangun pengetahuannya dikala berinteraksi dengan objek, benda, lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial.

Yang melandasi pembelajaran yang berpusat pada anak yakni pendekatan perkembangan dan pendekatan mencar ilmu aktif.

Belajar aktif merupakan proses dimana anak usia dini mengeksplorasi lingkungan melalui mengamati, meneliti, menyimak, menggerakkan tubuh mereka menyentuh, mencium, meraba dan menciptakan sesuatu terjadi dengan objek-objek di sekitar mereka.

Karakter pembelajaran yang berpusat pada anak


  1. prakarsa kegiatan tumbuh dari minat dan impian anak,
  2. Anak-anak menentukan materi dan tetapkan apa yang ingin ia kerjakan,
  3. Anak mengekspresikan bahan-bahan secara aktif dengan seluruh indranya, 4) Anak menemukan alasannya yakni akhir melalui pengalaman langsung, 5) Anak mentransformasikan dan menggabungkan bahan-bahan, 6) Anak memakai otot kasarnya, 7) Anak menceritakan pengalamannya.

Prosedur Pembelajaran yang Berpusat pada Anak


Pembelajaran yang berpusat pada anak harus direncanakan dan diupayakan dengan matang. Upaya yang dilakukan yakni dengan merencanakan dan menyediakan bahan/peralatan yang sanggup mendukung perkembangan dan mencar ilmu anak secara komprehensif.

Untuk itu perlu disediakan area-area yang memungkinkan aneka macam kegiatan sesuai pilihannya. Area- area tersebut meliputi:

  1. Area Pasir dan Air.
  2. Area Balok.
  3. Area Rumah dan Bermain Drama.
  4. Area Seni.
  5. Area Manipulatif.
  6. Area Membaca dan menulis.
  7. Area pertukangan atau kerja Kayu.
  8. Area musik dan gerak.
  9. Area komputer.
  10. Area bermain di luar ruangan.

Pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada anak meliputi: tahap perencanaan, tahap bekerja dan tahap melaporkan kembali.

3. Strategi Pembelajaran Terpadu


Pembelajaran terpadu yakni pendekatan yang dipakai dalam pembelajaran dengan mengintegrasikan kegiatan ke dalam semua bidang kurikulum atau bidang-bidang pengembangan yang mencakup pengembangan aspek kognitif, bahasa, fisik-motorik, social-emosi, estetika, social, moral, dan agama. Yang menjadi focus dalam pembelajaran terpadu yakni tema.

Pembelajaran terpadu mempunyai karakteristik sebagai berikut: dilakukan melalui kegiatan pengalaman langsung, sesuai dengan kebutuhan dan minat anak, menunjukkan kesempatan kepada anak untuk memakai semua pemikirannya, memakai bermain sebagai wahana belajar, menghargai perbedaan individu, melibatkan orang renta atau keluarga anak untuk mengoptimalkan pembelajaran.

Prinsp pembelajaran terpadu adalah:  berorientasi pada perkembangan anak, kegiatannya dikaitkan dnegan pengalaman konkret anak, materi ajarnya sanggup dieksplorasi oleh anak, mengintegrasikan isi dan proses belajar, melibatkan inovasi aktif, memadukan aneka macam bidang pengembangan, kegiatan mencar ilmu bervariasi, mempunyai potensi untuk dilaksanakan melalui proyek oleh anak, waktu fleksibel, melibatkan anggota keluarga anak, tema sanggup diperluas, dan direvisi seusia dengan minat dan pemahaman yang ditunjukkan anak

Pembelajaran terpadu mempunyai manfaat


  1. meningkatkan perkembangan konsep anak
  2. memungkinkan anak untuk mengeksplorasi pengetahuan melalui aneka macam kegiatan,
  3. membantu guru dan praktisi lainnya untuk membuatkan kemampuan profesionalnya, 
  4. dapat dilaksanakan pada jenjang jadwal yang berbeda, untuk semua tingkat usia, dan untuk bawah umur berkebutuhan khusus.

Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran Terpadu


Pembelajaran terpadu menuntut guru untuk bekerja secara professional mulai tahap perencanaan, pelaksanaan sampai tahap penilaian. Agar pembelajaran terpadu sanggup mencapai tujuan yang diharapkan guru harus menempuh prosedur-prosedur sebagai berikut.

Memilih tema
Memilih tema terpadu sanggup bersumber dari:

  • minat anak,
  • peristiwa khusus
  • kejadian yang tidak diduga
  • materi yang dimandatkan oleh lembaga,
  • orang renta dan guru.

Kriteria pemilihan tema adalah;

  • relevansi topic dengan anak,
  • pengalaman langsung,
  • keragaman dan keseimbangan dalam area kurikulum,
  • ketersediaan alat-alat,
  • potensi proyek

Penjabaran tema
Tema yang sudah dipilih harus dijabarkan ke dalam sub tema dan konsep-konsep yang di dalamnya terkandung istilah, fakta dan prinsip, kemudian jabarkan kedalam, bidang-bidang pengembangan dan kegiatan mencar ilmu yang lebih operasional.

Perencanaan
Perencanaan harus dibentuk secara tertulis sehingga memudahkan guru untuk mengetahui langkah-langkah apa yang harus ditempuh. Tentukan tujuan pembelajaran, kegiatan belajar, waktu, pengorganisasian anak, sumber rujukan, alat-alat permainan yang diperlukan, dan penilaian yang akan dilakukan

Pelaksanaan
Pada tahap pelaksanaan lakukan dan kembangkanlah kegiatan mencar ilmu sesuai dengan planning yang telah disusun. Lakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran dan kegiatan-kegiatan yang ditunjukkan anak

Penilaian
Penilaian dilakukan  pada pelaksanaan dan tamat kegiatan pembelajaran dengan tujuan untuk mengamati proses dan kemajuan yang dicapai anak melalui kegiatan pembelajaran terpadu

Penerapan Stratgei Pembelajaran Terpadu


Pembelajaran terpadu sebagai salah satu pendekatan pembelajaran sanggup diterapkan di forum pendidikan anak usia dini pada umumnya dan Taman Kanak-kanak pada khususnya. Penerapan seni administrasi pembelajaran tersebut terutama harus didasarkan pada pertimbangan karakteristik-karakteristik anak dan tujuan pembelajaran.

Agar penerapan seni administrasi pembelajaran terpadu berlangsung secara efektif maka harus memperhatikan prinsip-prinsip sebagaimana telah dikemukakan dalam pembahasan konsep dasar seni administrasi pembelajarn terpadu. Stratgei pembelajaran terpadu ditempuh melalui langkah-langkah :

  1. memilih tema,
  2. mengembangkan tema ke dalam sub tema dan konsep,
  3. mengembagkan tema ke dalam bidang-bidang pengembangan dan kegiatan mencar ilmu yang operasional,
  4. membuat perencanaan pembelajaran,
  5. melaksanakan pembelajaran,
  6. melaksanakan evaluasi.

Sunday, 24 January 2016

Jadi Berilmu Pendekatan Pembelajaran Dan Evaluasi Pada Paud Ra Tk


A. Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran pada pendidikan Taman Kanak-kanak dan RA dilakukan dengan berpedoman pada suatu kegiatan kegiatan yang telah disusun sehingga seluruh sikap dan kemampuan dasar yang ada pada anak sanggup dikembangkan dengan sebaik-baiknya. Pendekatan pembelajaran pada anak Taman Kanak-kanak dan RA hendalmya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut.

1. Pembelajaran berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak


  • Anak berguru dengan baik apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta merasa kondusif dan tenteram secara psikologis.
  • Siklus berguru anak selalu berulang.
  • Anak berguru melalui interaksi sosial dengan orang' pandai balig cukup akal dan bawah umur lainnya.
  • Minat dan keingintahuan anak akan memotivasi belajamya.
  • Perkembangan dan belajar. anak harus memperhatikan perbedaan individu.

2. Berorientasi pada Kebutuhan Anak


Kegiatan pembelajaran pada anak harus senanti?sa: berorientasi kepada kebutuhan anak- anak usia dini: adalah- anak yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan, baik perkembangan fisik maupun psikis (intelektual, bahasa, motorik, dan sosio emosional). Dengan dem.ikian aneka macam jenis kegiatan pembelajaran hendaknya dilakukan melalui analisis kebutuhan dengan aneka macam aspek perkembangan dan kemampuan pada masing-masing anak.

3. Bermain Sambil Belajar atau Belajar Seraya Bermain


Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran pada anak usia Taman Kanak-kanak dan RA. Upaya-upaya pendidikan yang diberikan oleh pendidik hendaknya dilakukan dalam situasi yang menyenangkan dengan memakai strategi, metode, materi/bahan dan media yang: menarik serta gampang diikuti oleh anak.

Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi, menemukan dan memanfaatkan objek-objek yang akrab dengan anak sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi anak. Bermain bagi anak merupakan proses untuk bereksplorasi, sanggup keterampilan yang gres dan sanggup memakai simbol untuk menggambarkan dunianya. Ketika bermain mereka membangun pengertian yang berkaitan dengan pengalamannya. Pendidik kiprah yang sangat penting dalam pengembangan bermain anak.

4. Menggunakan Pendekatan Tematik


Kegiatan pembelajaran hendaknya dirancang dengan memakai pendekatan tematik dan beranjak dari tema yang menarik minat anak. Tema sebagai alat/sarana atau. wadah untuk mengenalkan aneka macam konsep pada anak. Tema diberikan dengan tujuan:

  • Menyatukan isi kurikulum dalam satu kesatuan yang utuh
  • Memperkaya perbendaharaan kata anak

Jika pembelajaran dilakukan dengan memanfaatkan tema, maka pemilihan tema dalam kegiatan pembelajaran dikembangkan dari hal-hal yang paling akrab dengan anak, sederhana, serta menarik minat anak. Penggunaan tema dimaksudkan .agar anak bisa mengenal aneka macam konsep secara gampang dan jelas.

5. Kreatif dan Inovatif


Proses pembelajaran yang kreatif dan inovatif sanggup dilakukan oleh pendidik melalui kegiatan-kegiatan yang menarik, membangkitkan rasa ingin tahu anak, memotivasi anak untuk berpikir kritis dan menemukan hal-hal baru. Selain itu pengelolaan pembelajaran hendalmya dilakukan secara dinamis. Artinya anak tidak hanya diperlakukan sebagai objek tetapi juga sebagai subjek dalam proses pembelajaran.

6. Lingkungan Kondusif


Lingkungan pembelajaran harus diciptakan sedemikian menarik dan menyenangkan sehingga an?k selalu betah dalam lingkungan sekolah baik di dalam maupun di luar ruangan. Lingkungan fisik hendaknya keamanan dan kenyamanan anak dalam bermain. Penataan ruang harus diadaptasi dengan ruang gerak anak dalam bermain sehingga dalam interaksi baik dengan pendidik maupun dengan temannya sanggup dilakukan secara demokratis. Selain itu, dalam pembelajaran hendaknya pendidik memberdayakan lingkungan sebagai sumber berguru dengan memberi kesempatan kepada anak untuk mengekspresikan kemampuan interpersonalnya.

Dengan demikian anak merasa bahagia walaupun antar mereka berbeda (perbedaan individual). Lingkungan hendaknya tidak memisahkan anak dari nilai-nilai budayanya yaitu dengan tidak membedakan nilai-nilai yang dipelajari di rumah, di sekolah, dan di lingkungan sekitar. Pendidik harus peka terhadap karakteristik budaya masing-masing anak.

7. Mengembangkan Kecakapan Hidup


Proses pembelajaran harus diarahkan untuk menyebarkan kecakapan hidup. Pengembangan konsep kecakapan hidup didasarkan atas pembiasaan-pembiasaan yang mempunyai tujuan untuk menyebarkan kemampuan menolong diri sendiri, disiplin dan bersosialisasi, serta memperoleh keterampilan dasar yang berkhasiat untuk kelangsungan hidupnya.

B. Penilaian


Penilaian sanggup dilakukan dengan aneka macam cara, antara lain melalui pengamatan dan pencatatan anekdot. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui perkembangan dan sikap anak yang dilakukan dengan mengamati tingkah laris anak dalam kehidupan sehari-hari secara terus-menerus, sedangkan pencatatan anekdot merupakan sekumpulan catatan perihal sikap dan sikap anak dalam situasi tertentu. Berbagai alat penilaian yang sanggup dipakai untuk citra perkembangan kemampuan dan sikap anak, antara lain:

  • Portofolio, yaitu evaluasi menurut kumpulan hasil kerja anak yang sanggup menggambarkan sejauh mana anak berkembang.
  • Unjuk kerja (performance) merupakan evaluasi yang menuntut anak untuk melaksanakan kiprah dalam perbuatan yang dap-at diamati, contohnya praktik menyanyi, olahraga, sesuatu.
  • Penugasan (Project) merupakan kiprah yang harus dikerjakan anak yang memerlukan waktu yang relatif usang dalam pengerjaannya. Misalnya melaksanakan percobaan menanam biji.
  • Hasil karya (Product) merupakan hasil kerja anak sesudah melaksanakan suatu kegiatan.

Saturday, 10 August 2019

Jadi Cerdik Pengertian Manfaat Dan Tujuan Media Pembelajaran Siswa Paud Tk Ra


Pengertian Manfaat dan Tujuan Media Pembelajaran Siswa PAUD Taman Kanak-kanak RA. Menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap orang untuk menunjang kehidupan didunia dan alam abadi sebagaimana tertuang dalam al-Quran dan Hadits. Sehingga pendidikan menjadi hal utama untuk membentuk aksara insan semenjak usia dini. Dengan bergulirnya waktu, maka dunia pendidikan dituntut harus lebih kreatif, inovatif dan menyenangkan.

Maka pelaku pendidikan harus bisa memakai aneka macam cara, media dan metode pembelajaran pendidikan anak usia dini (PAUD) untuk mencapainya. Karena itu, sedikit mengulas wacana prinsip, pengertian, jenis-jenis, ciri-ciri, tujuan, dan manfaat penggunaan media pembelajaran untuk jenjang PAUD Taman Kanak-kanak dan RA.

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 20 TAHUN 2003
TENTANG
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
Bagian Ketujuh
Pendidikan Anak Usia Dini
Pasal 28


  1. Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar.
  2. Pendidikan anak usia dini sanggup diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal.
  3. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk taman kanak-kanak (TK), raudatul athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat.
  4. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal berbentuk kelompok bermain (KB), taman penitipan anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat.
  5. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.
  6. Ketentuan mengenai pendidikan anak usia dini sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.
  7. Permendiknas No.58 tahun 2009 wacana Standar Pendidikan Anak Usia Dini

Prinsip-prinsip pembelajaran anak usia dini


  1. berorientasi pada kebutuhan anak
  2. Belajar melalui bermain
  3. Menggunakan pendekatan tematik
  4. Kreatif dan inovatif
  5. Lingkungan kondusif
  6. Menggunakan pembelajaran terpadu
  7. Mengembangkan keterampilan hidup/life skill

Metode pembelajaran PAUD


  1. Bermain
  2. Bercakap-cakap
  3. Bercerita
  4. Pemberian tugas
  5. Eksperimen
  6. Karyawisata
  7. Proyek
  8. Praktek langsung
  9. Tanya jawab

Pengertian Media Belajar


Gagne (1970) mengartikan aneka macam jenis komponen dalam lingkungan siswa yang sanggup merangsang siswa untuk belajar.(1970) mengartikan media ialah sebagai alat yang dipergunakan untuk memperlihatkan perangsang bagi siswa biar proses mencar ilmu terjadi.

Media / Alat Peraga ialah Segala sesuatu yang sanggup dipakai sebagai sarana atau peralatan untuk pembelajaran yang mengandung nilai edukatif (Pendidikan) dan sanggup membuatkan seluruh kemampuan anak

Menentukan media


  1. Sesuai dengan karakteristik anak
  2. Sesuai dengan kebutuhan anak
  3. Disajikan secara sistematis
  4. Konkrit
  5. Mengundang rasa ingin tahu anak
  6. Bermakna
  7. Terkait dengan aktifitas anak

Jenis-jenis Media Pembelajaran


  1. Media grafis termasuk media visual
  2. Gambar atau foto
  3. Audio
  4. Animasi
  5. Buku
  6. Teks

Ciri-ciri media / alat peraga


  1. Media/Alat tersebut ditujukan untuk anak RA
  2. Difungsikan untuk membuatkan aneka macam aspek perkembangan anak RA
  3. Dapat dipakai aneka macam cara, bentuk, dan untuk bermacam tujuan aspek pengembangan atau bermanfaat multiguna
  4. Aman atau tidak berbahaya bagi anak
  5. Dirancang untuk mendorong aktifitas dan kreatifitas anak
  6. Bersifat Konstruktif atau ada sesuatu yang dihasilkan
  7. Mengandung nilai pendidikan

Tujuan Media / Alat Peraga


  1. Memperjelas materi yang diberikan
  2. Memberikan motivasi dan merancang anak untuk bereksplorasi dalam mengembangkan
  3. berbagai aspek perkembangan
  4. Memberikan kesenangan pada anak dalam bermain

Fungsi Media / Alat Peraga


  1. Menciptakan situasi bermain (belajar) yang menyenagkan bagi anak
  2. Memudahkan obyek /materi
  3. Menumbuhkan rasa ingin tahu
  4. Memberikan stimulus dalam pembentukan sikap dan pengembangan kemampuan dasar
  5. Memberikan kesempatan anak bereksplorasi, berkomunikasi dengan teman sebaya
  6. Alat penilaian biar segala kegiatan mencar ilmu mengajar yang telah dilaksanaka sanggup dilakukan penilaian kemampuan siswa dalam merespon pembelajaran dengan media.

Syarat Pembuatan media / alat Peraga


Syarat Edukatif bahwa pembuatan media harus diadaptasi dengan kegiatan pendidikan yang berlaku dan diadaptasi dengan Didaktik Metodik (Membantu keberhasilan kegiatan pendidikan, mendorong aktifitas dan kreatifitas anak yang diadaptasi dengan kemampuan anak)

Mengapa memakai media


  1. Mengajar lebih gampang dan menyenangkan”
  2. untuk mendukung pembelajaran di kelas
  3. mengajar lebih gampang dan menyenangkan
  4. Siswa lebih gampang memahami materi pelajaran
  5. Tercapai tujuan pembelajaran sebagai alat bantu untuk memudahkan guru dalam proses pembelajaran di kelas

Penggunaan Media


  1. Digunakan oleh Guru dalam pembelajaran secara klasikal (classroom learning)
  2. Bertujuan menghadirkan pengalaman visual sehingga materi sanggup dipahami secara kongkrit
  3. Dilengkapi dengan petunjuk pemanfaatan dan petunjuk teknis kegiatan serta materi atau media penyerta

Strategi Pemanfaatan


  1. terintegrasi dalam pembelajaran di kelas
  2. Guru menciptakan skenario pembelajaran yang akan diajarkan kepada penerima didik (membuat RPP)
  3. Guru menyiapkan materi atau media penyerta Guru menyiapkan komputer (notebook) yang tersambung dengan LCD Projector di dalam kelas (jika diperlukan)
  4. Guru memulai pembelajaran di kelas
  5. Ketika ada klarifikasi materi yang membutuhkan media visual, Guru membuka file yang berisi media (baik gambar, animasi/simulasi atau video, dll)
  6. Guru memberi klarifikasi detail secara verbal melengkapi klarifikasi media visual yang ditampilkan
  7. Diskusi
  8. Menjawab pertanyaan lisan
  9. Mengerjakan lembar kerja anak dan games
  10. Menyimpulkan materi
  11. Memberikan penugasan

Demikian saja ulasan wacana Pengertian Manfaat dan Tujuan Media Pembelajaran Siswa PAUD Taman Kanak-kanak RA. Jika masih kurang, silahkan baca beberapa artikel blog ini. Semoga bermanfaat...