Kita tahu bahwa sekolah atau madrasah harus menciptakan arsip dokumen penting yang terkait dengan semua aktivitas kepala sekolah, apalagi forum yang sedang mengikuti akreditasi, tak terkecuali jurnal. Jurnal merupakan dokumen yang menampung hampir seluruh jenis kegiatan, diluar atau didalam sekolah.
Karena itulah aku bagikan file download pola jurnal untuk sekolah / madrasah yang mungkin diperlukan sebagai referensi. yang berisi :
Jurnal dan presensi remidial teaching
Jurnal aktivitas praktik
Jurnal ATK (alat tulis kantor)
Jurnal sarana dan prasarana
Jurnal aktivitas sekolah
Jurnal harian kelas
Jurnal harian bimbingan konseling
Jurnal pembimbing supervisor
Oke, sesudah sedikit membaca coretan diatas, silahkan pribadi unduh filenya dibawah ini:
Format Program Kerja Kepala Sekolah. Kelanjutan artikel sebelumnya perihal jurnal kegiatan kepala sekolah yang merupakan buku aktivitas kerja kepala sekolah SD MI, MTs SMP, Sekolah Menengan Atas MA.
Rasanya belum lengkap tanpa adanya file lengkap format kerja kepala sekolah. Berikut isi dari Format Program Kerja Kepala Sekolah sebagai kelengkapan dari buku aktivitas kerja kepala sekolah:
Analisis kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan
Instrumen penelusuran lulusan
Daftar keadaan siswa
Format Administrasi sekolah
Format buku catatan evaluasi guru PNS / swasta
Format buku tamu pembinaan
Format kartu kendali
Format laporan bulanan kepala sekolah
Format pendayagunaan tenaga kependidikan
Format pengantar surat
Format rekapitulasi pelaksanaan proses belajar
Format surat pengantar
Format surat rahasia
Kalender pendidikan
Kelengkapan Administrasi sekolah
Contoh instruksi etik warga sekolah
Laporan kenaikan kelas
Contoh naskah perjanjian kemitraan
Pedoman akademik
Penelusuran alumni
Perhitungan hari sekolah dan hari libur
Perhitungan kalender pendidikan
Juknis Pengembangan akseptor didik / siswa
Program prioritas
Surat pengumuman
Tata tertib akseptor didik / siswa
Gimana masih kurang? jangan merasa kurang mulu, kalau semua ini dikerjkan dengan baik Insya Allah sekolah anda dapat menjadi sekolah favorit. Oke cukup dulu artikel mengembangkan dari perihal Download Format Program Kerja Kepala Sekolah, silahkan download dibawah ini:
Contoh Format Instrumen Monitoring Pengembangan Diri Guru RA Taman Kanak-kanak PAUD format ms word ini akan sangat membantu pihak sekolah / madrasah tingkat ra tk atau paud untuk mendeteksi kinerja dan kemampuan guru / pendidik di sekolah masing-masing, supaya sasaran pembelajaran bisa dicapai oleh siswa. Monitoring biasanya dilakukan oleh pihak pengawas sekolah untuk mengetahui kualitas guru sertifikasi. Namun monitoring juga harus dilakukan oleh pihak sekolah / madrasah, baik oleh kepala sekolah ataupun ketua yayasan (untuk madrasah swasta). Dengan kata lain, guru yang berkualitas akan menghasilkan siswa yang berkualitas juga.
Monitoring dilakukan untuk meninjau kelayakan seorang guru / pendidik utamanya yang memiliki piagam sertifikasi / profesi atau yang lainnya. Bagaimana aktifitas seorang guru tersebut di sekolah / madrasah, apa hanya sekedar mengajar saja atau sudah lengkap dengan perangkat-perangkat pembelajaran. Seperti prota promes, rpp silabus, rkh rkt, rpph rppm dan lain sebagainya.
Atau dalam hal pengembangan diri guru. seperti; Menguasai IT, Mempunyai Komputer / Laptop, Mempunyai Referensi Buku yang Sesuai, Menggunakan Media / Peraga Pembelajaran, Mengikuti Kegiatan KKG / KKM (Notulen KKG), Mengikuti Kegiatan Workshop / Diklat / Penataran Pembelajaran, Mempunyai Hasil Karya Tulis Ilmiah. Mempunyai kiprah pemanis di sekolah, seperti; Program Ekstra Kurikuler, Jadwal Ekstra Kurikuler, Jurnal Ekstra Kurikuler, Inventaris Kelas, Buku BP, Buku Perkembangan Anak Didik / Kepribadian, Meningkatkan Kualifikasi Pendidikan.
Itu hanya sekedar teladan saja sebagai rujukan terkait kriteria guru yang berkualitas supaya pendidikan lebih bisa diandalkan dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa.
Cukup demikian saja dari ihwal Contoh Format Instrumen Monitoring Pengembangan Diri Guru RA Taman Kanak-kanak PAUD, supaya bisa bermanfaat untuk kita semua.
Kumpulan Contoh Format Administrasi dan Panduan Kerja Kepala Sekolah / Madrasah. Penerapan standar nasional pendidikan merupakan serangkaian proses untuk memenuhi tuntutan mutu pendidikan nasional. Pelaksanaannya diatur secara bertahap, terencana, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. Dalam proses pemenuhan standar tersebut dibutuhkan sejumlah indikator pencapai an untuk mempermudah dalam melaksanakan kegiatan pendidikan. Dan kegiatan operasional pendidikan berada di tingkat satuan pendidikan (sekolah) dalam upaya menghasilkan lulusan yang bermutu.
Sekolah dipimpin oleh kepala sekolah yang mempunyai kiprah strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah. Kepala Sekolah sebagai pemimpin harus mampu: 1) mendorong timbulnya kemauan yang berpengaruh dengan penuh semangat dan percaya diri kepada para guru, staf dan akseptor didik dalam melaksanakan kiprah nya masing-masing; 2) m emberikan bimbingan dan mengarahkan para guru, staf dan para akseptor didik , serta menunjukkan dorongan, memacu dan bangkit di depan demi kemajuan dan menunjukkan pandangan gres dalam mencapai tujuan.
Untuk sanggup melaksanakan fungsinya tersebut di atas, Kepala Sekolah harus:
memiliki taktik yang sempurna untuk meningkatkan profesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan di sekolahnya;
memiliki taktik yang sempurna untuk memberdayakan pendidik dan tenaga kependidikan melalui kolaborasi atau kooperatif, memberi kesempatan kepada para pendidik dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan kemampuan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan dalam aneka macam kegiatan yang menunjang tujuan sekolah;
memiliki relasi sangat akrab dengan aneka macam pihak yang terkait dengan upaya peningkatan mutu sekolah dan mendukung keterlaksanaan seluruh aktivitas sekolah dan produktivitas sekolah;
melakukan pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja pendidik dan tenaga pendidikan;
mampu menunjukkan petunjuk dan pengarahan, meningkatkan kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan, membuka komunikasi dua arah, dan mendelegasikan kiprah secara proporsional;
memiliki taktik yang sempurna untuk menjalin relasi yang serasi dengan lingkungan, mencari gagasan baru, mengintegrasikan setiap kegiatan, menunjukkan teladan kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah, dan menyebarkan model -model pembelajaran yang in ovatif;
memiliki taktik yang sempurna untuk menunjukkan motivasi kepada para pendidik dan tenaga kependidikan dalam melakuk an aneka macam kiprah dan fungsinya; dan
menjadi figur teladan yang sanggup dijadikan pola dan teladan bagi pendidik dan tenaga kep endidikan maupun akseptor didik;
Pelaksanaan kiprah pokok kepala sekolah harus sanggup diukur melalui evaluasi kinerja kepala sekolah. Penilaian kinerja sebagaimana dimaksud meliputi:
usaha pengembangan sekolah yang dilakukan selama menjabat kepala sekolah;
peningkatan kualitas sekolah menurut 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan selama di bawah kepemimpinan yang bersangkutan;
perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut pengawasan pembelajaran yang dilakukan kepala sekolah dalam upaya training dan bimbingan kepada guru;
usaha pengembangan profesi onalisme sebagai kepala sekolah.
Untuk melaksanakan kiprah pokoknya secara efektif dan efisien, kepala sekolah memerlukan panduan kerja. Panduan kerja kepala sekolah ini menunjukkan rambu -rambu kepada kepala sekolah dalam melaksanakan kiprah pokoknya dan mempermudah kepala sekolah dalam mempersiapkan training dan evaluasi yang dilakukan oleh pengawas sekolah dan dinas pendidikan. Berdasarkan uraian di atas, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan melalui Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar dan Menengah, menunjukkan perhatian terhadap peningkatan kinerja kepala sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan melalui penerbitan Panduan Kerja Kepala Sekolah
Isi Contoh Format Lengkap Administrasi Kerja Kepala Sekolah / Madrasah
Langkah Operasional Penyusunan Visi Misi dan Tujuan Sekolah
Langkah Operasional Pengembangan Struktur Organisasi Sekolah
Langkah Operasional Penyusunan EDS
Instrumen EDS
Menu Lembar Kerja Evaluasi Diri Sekolah
Tampilan di aktivitas excel Instrumen Rekomendasi TPS
Download Contoh Jurnal Kegiatan Kelas Kurikulum 2013 Terbaru Format Word. Jurnal kelas merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang harus ada disetiap kelas untuk mencatat aktivitas yang ada di masing-masing kelas.
Jurnal harian kelas berfungsi untuk mengetahui aktivitas apa saja yang dilakukan guru terhadap siswanya didalam / diluar kelas. Sehingga kepala sekolah / madrasah tidah hanya memantau keaktifan guru melalui daftar hadir guru saja, tapi juga keefektifan guru dalam mengajar (tidak hanya aktif tapi juga efektif), dan dicatat sebagai kelengkapan administrasi kepala sekolah. Dengan begitu aktivitas berguru mengajar lebih terpantau maksimal dalam meningkatkan kualitas pendidikan tersebut.
Kembali pada judul diatas bahwa anda dapat juga dapat memantau ibarat apa model format jurnal harian kelas tematik kurikulum 2013, pada preview berikut ini:
Download Contoh Format Jurnal Harian Kelas Berbasis Tematik Kurikulum 2013 Terbaru MS Word
Penilaian Kompetensi Sikap Sikap bermula dari perasaan yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu atau objek. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap sanggup dibentuk, sehingga terjadi sikap atau tindakan yang diinginkan. Kompetensi sikap yang dimaksud dalam panduan ini yakni ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang dan diwujudkan dalam perilaku.
Penilaian kompetensi sikap dalam pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengukur sikap penerima didik sebagai hasil dari suatu acara pembelajaran. Penilaian sikap juga merupakan aplikasi suatu standar atau sistem pengambilan keputusan terhadap sikap. Kegunaan utama penilaian sikap sebagai bab dari pembelajaran yakni refleksi (cerminan) pemahaman dan kemajuan sikap penerima didik secara individual.
Cakupan Penilaian Pencapaian Kompetensi Sikap
Kurikulum 2013 membagi kompetensi sikap menjadi dua, yaitu sikap spiritual yang terkait dengan pembentukan penerima didik yang beriman dan bertakwa, dan sikap sosial yang terkait dengan pembentukan penerima didik yang berakhlak mulia, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. Sikap spiritual sebagai perwujudan dari menguatnya interaksi vertikal dengan Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan sikap sosial sebagai perwujudan eksistensi kesadaran dalam upaya mewujudkan harmoni kehidupan.
Pada jenjang SMP/MTs, kompetensi sikap spiritual mengacu pada KI-1: Menghargai dan menghayati anutan agama yang dianutnya, sedangkan kompetensi sikap sosial mengacu pada KI-2: Menghargai dan menghayati sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
Penilaian Kompetensi Pengetahuan
Penilaian pencapaian kompetensi pengetahuan merupakan bab dari penilaian pendidikan. Dalam lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 66 Tahun 2013 perihal Standar Penilaian Pendidikan dijelaskan bahwa penilaian pendidikan merupakan proses pengumpulan dan pengolahan warta untuk mengukur pencapaian hasil berguru penerima didik yang mencakup: penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan simpulan semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/madrasah. Penilaian hasil berguru penerima didik meliputi kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga sanggup dipakai untuk memilih posisi relatif setiap penerima didik terhadap standar yang telah ditetapkan.
Adapaun penilaian pengetahuan sanggup diartikan sebagai penilain potensi intelektual yang terdiri dari tahapan mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi (Anderson & Krathwohl, 2001). Seorang pendidik perlu melaksanakan penilaian untuk mengetahui pencapaian kompetensi pengetahuan penerima didik. Penilaian terhadap pengetahuan penerima didik sanggup dilakukan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan. Kegiatan penilaian terhadap pengetahuan tersebut sanggup juga dipakai sebagai pemetaan kesulitan berguru penerima didik dan perbaikan proses pembelajaran. Pedoman penilaian kompetensi pengetahuan ini dikembangkan sebagai acuan teknis bagi pendidik untuk melaksanakan penilaian sebagaimana dikehendaki dalam Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 perihal Standar Penilaian Pendidikan dalam lampirannya menuliskan bahwa untuk semua mata pelajaran di SMP, Kompetensi Inti yang harus dimiliki oleh penerima didik pada ranah pengetahuan yakni memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) menurut rasa ingin tahunya perihal ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait fenomena dan insiden tampak mata.
a.Pengetahuan Faktual
Pengetahuan faktual berisi konvensi (kesepakatan) dari elemen-elemen dasar berupa istilah atau simbol (notasi) dalam rangka memperlancar pembicaraan dalam suatu bidang disiplin ilmu atau mata pelajaran (Anderson, L. & Krathwohl, D. 2001). Pengetahuan faktual meliputi aspek-aspek pengetahuan istilah, pengetahuan khusus dan elemen-elemennya berkenaan dengan pengetahuan perihal peristiwa, lokasi, orang, tanggal, sumber informasi, dan sebagainya. Sebagai teladan dari pengetahuan faktual yakni sebagai berikut:
pengetahuan perihal langit, bumi, dan matahari;
pengetahuan perihal fakta-fakta mengenai kebudayaan dan pranata sosial;
pengetahuan perihal karya tulis ilmiah dalam bentuk buku dan jurnal;
pengetahuan perihal simbol-simbol dalam peta;
pengetahuan perihal matahari yang mengeluarkan sinar panas;
pengetahuan perihal fakta-fakta yang penting dalam bidang kesehatan;
pengetahuan perihal desa dan kota;
pengetahuan perihal bola dan bentuk peralatan olahraga lainnya;
pengetahuan perihal banyak sekali tindakan kriminal di masyarakat;
lambang-lambang dalam matematika
pengetahuan perihal banyak sekali bentuk lukisan yang dipamerkan.
b.Pengetahuan Konseptual
Pengetahuan konseptual memuat pandangan gres (gagasan) dalam suatu disiplin ilmu yang memungkinkan orang untuk mengklasifikasikan sesuatu objek itu teladan atau bukan contoh, juga mengelompokkan (mengkategorikan) banyak sekali objek. Pengetahuan konseptual meliputi prinsip (kaidah), hukum, teorema, atau rumus yang saling berkaitan dan terstruktur dengan baik (Anderson, L. & Krathwohl, D. 2001). Pengetahuan konseptual meliputi pengetahuan penjabaran dan kategori, pengetahuan dasar dan umum, pengetahuan teori, model, dan struktur. Contoh pengembangan konsep yang relevan contohnya sebagai berikut:
pengetahuan perihal teori evolusi dan rotasi bumi;
pengetahuan perihal macam-macam kekerabatan interaksi dan sistem sosial;
pengetahuan perihal struktur kalimat yang benar dan bagian-bagiannya;
pengetahuan perihal fungsi peta dalam geografi;
pengetahuan perihal hukum-hukum fisika dasar;
pengetahuan perihal makanan sehat;
pengetahuan perihal prinsip-prinsip pemerintahan desa;
pengetahuan perihal prinsip-prinsip pertandingan dan perlombaan dalam olahraga;
pengetahuan perihal dasar-dasar pengembangan huruf mulia;
pengetahuan perihal penjumlahan dan pengurangan;
pengetahuan perihal prinsip-prinsip dasar melukis.
c. Pengetahuan Prosedural
Pengetahuan prosedural yakni pengetahuan perihal bagaimana urutan langkah-langkah dalam melaksanakan sesuatu. Pengetahuan prosedural meliputi pengetahuan dari umum ke khusus dan algoritma, pengetahuan metode dan teknik khusus dan pengetahuan kriteria untuk memilih penggunaan mekanisme yang sempurna (Anderson, L. & Krathwohl, D. 2001). Contoh pengetahuan prosedural antara lain sebagai berikut:
pengetahuan perihal mekanisme pemanfaatan panas matahari sebagai sumber tenaga;
pengetahuan perihal mekanisme pendirian organisasi sosial;
pengetahuan perihal mengartikan kata yang didasarkan pada analisis struktur kalimat;
pengetahuan perihal langkah-langkah pembuatan gambar peta;
pengetahuan perihal pola makan yang baik dan sehat;
pengetahuan perihal tata cara pemilihan kepala desa;
pengetahuan perihal langkah-langkah yang benar dalam start pada nomor lari dan nomor jalan;
pengetahuan perihal langkah-langkah pengembangan huruf mulia bagi penerima didik di sekolah;
pengetahuan perihal langkah-langkah penjumlahan bilangan yang terdiri atas tiga angka;
pengetahuan perihal teknik-teknik penerapan dan pembuatan karya lukis memakai cat air di atas kanvas.
Penilaian Kompetensi Keterampilan
Penilaian pencapaian kompetensi keterampilan merupakan penilaian yang dilakukan terhadap penerima didik untuk menilaisejauh mana pencapaian SKL, KI, dan KD khusus dalam dimensi keterampilan. SKL dimensi keterampilan untuk satuan pendidikan tingkat SMP/MTs/SMPLB/Paket B yakni lulusan mempunyai kualifikasi kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah aneh dan konkret sesuai dengan yang dipelajari disekolah dan sumber lain sejenis (Permendikbud 54 tahun 2013 perihal SKL).SKL ini merupakan tagihan kompetensi minimal sehabis penerima didik menempuh pendidikan selama 3 tahun atau lebih dan dinyatakan lulus.
Cakupan penilaian dimensi keterampilan meliputi keterampilan penerima didik yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ teori. Keterampilan ini meliputi: keterampilan mencoba, mengolah, menyaji, dan menalar. Dalam ranah konkret keterampilan ini meliputi acara menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat.Sedangkan dalam ranah abstrak, keterampilan ini meliputi acara menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang.
Itulah artikel membuatkan dari perihal Pedoman Penilaian Kompetensi Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan. Dan kalau ingin mempunyai dokument ini, bisa anda download pada link di bawah ini: